Kebakaran Showroom BYD Tangerang Hanguskan Gudang Penyimpanan Dokumen

Kebakaran Showroom BYD Tangerang Hanguskan Gudang Penyimpanan Dokumen

Kebakaran melanda showroom BYD Company di kawasan BSD Raya Utama, Lengkong Kulon, Pagedangan, Kabupaten Tangerang pada Senin (25/5/2026). Insiden yang menghanguskan ruang penyimpanan onderdil dan berkas tersebut dipastikan bukan disebabkan oleh mobil listrik maupun baterai kendaraan.

Pihak manajemen langsung melakukan pemeriksaan intensif di lokasi kejadian. Kerugian materiil akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp 500 juta, namun dipastikan tidak ada korban jiwa, seperti dilansir dari Otomotif.

Head of Public & Government Relations PT BYD Company Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa kepulan asap pertama kali terdeteksi dari area penyimpanan material kertas. Investigasi awal segera dilakukan oleh pihak internal perusahaan setelah api berhasil dipadamkan.

"Kami sudah cek dan investigasi, pertama memang ada kondisi asap yang keluar dari gudang penyimpanan yang basic-nya itu adalah kertas dan kardus," ujar Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Company Motor Indonesia.

Penanganan cepat dari petugas di lapangan membuat kobaran api tidak sampai merusak struktur utama bangunan showroom. Perusahaan juga menyampaikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran dan aparat kepolisian atas respons cepat mereka.

"Tidak berlangsung lama, tidak ada efek secara signifikan kepada bangunan, hanya mungkin bekas kardus dan kertas ini saja, dan tidak ada korban jiwa sama sekali," ucap Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Company Motor Indonesia.

Saat ini, pemeriksaan lebih lanjut masih berjalan untuk mengidentifikasi pemicu awal munculnya api di area tersebut. Manajemen fokus mencari sumber utama dari titik api di dalam gudang.

"Kami sedang cari tahu bagaimana bisa ada percikan api yang muncul dari situasi di gudang penyimpanan tersebut," kata Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Company Motor Indonesia.

Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi mengenai keterlibatan komponen kendaraan listrik sebagai pemicu kebakaran. Luther menegaskan operasional diler kini diminta untuk memperketat prosedur keamanan.

"Oh tentunya tidak (karena mobil listrik atau baterai). Memang setelah kejadian itu kami mengingatkan kembali kepada seluruh manajemen diler untuk betul-betul menjaga safety dari gudang-gudang penyimpanan," kata Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Company Motor Indonesia.

Langkah korektif langsung diambil oleh BYD dengan menginstruksikan seluruh jaringan diler resmi mereka guna mengantisipasi insiden serupa. Pengawasan ketat diprioritaskan pada area-area yang menyimpan barang mudah terbakar.

Berdasarkan catatan otoritas penanggulangan bencana, laporan insiden diterima oleh petugas pos pemadam dari laporan warga serta staf showroom. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Irwan Hengki, menyebut laporan masuk pada pukul 13.10 WIB.

"Anggota menerima laporan langsung ke Pos Damkar BSD dari warga atau staf kantor BYD terkait adanya kebakaran di showroom tersebut," ujar Irwan Hengki, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang.

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran bersama tujuh personel dikerahkan ke lokasi dan tiba lima menit setelah laporan diterima. Petugas langsung melokalisasi pergerakan api di ruang penyimpanan.

"Tim kami langsung melakukan pemadaman di lokasi," kata Irwan Hengki, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang.

Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih dua jam hingga situasi dipastikan aman oleh petugas pada pukul 15.30 WIB.

Artikel terkait

Rekomendasi