Kebijakan Daerah Hambat Penggunaan Charger Gully Mobil Listrik di Inggris

Kebijakan Daerah Hambat Penggunaan Charger Gully Mobil Listrik di Inggris

Upaya Pemerintah Inggris dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik menghadapi tantangan baru dari pihak otoritas lokal. Penggunaan teknologi charger gully atau jalur kabel pengisian daya di trotoar kini terhambat oleh penolakan sejumlah pemerintah daerah.

Ed Miliband selaku Menteri Keamanan Energi dan Net Zero Inggris menilai inovasi ini dapat menekan biaya pengisian daya bagi masyarakat. Dikutip dari Medcom, jutaan rumah tangga diperkirakan belum bisa memanfaatkan solusi tersebut karena aturan lokal melarang penempatan kabel yang melintasi fasilitas pejalan kaki.

Lebih dari 20 pemerintah daerah dilaporkan menolak atau belum menerbitkan izin operasional charger gully. Beberapa wilayah tersebut meliputi Kent County Council, Leicester City Council, Worcestershire County Council, serta kawasan borough di London seperti Westminster dan Hackney.

Padahal, London menjadi wilayah dengan kepemilikan kendaraan listrik tertinggi sekaligus memiliki banyak pemukiman tanpa fasilitas parkir pribadi. Berdasarkan data konsultan Field Dynamics, terdapat sekitar 9,3 juta rumah tangga di Inggris yang tidak memiliki akses ke area parkir pribadi.

Inovasi charger gully dirancang untuk pemilik mobil listrik tanpa garasi agar tetap bisa menghubungkan kendaraan ke sumber listrik rumah. Metode ini dinilai jauh lebih hemat dibandingkan memakai stasiun pengisian daya umum.

Perbedaan biaya ini dipicu oleh besaran tarif Pajak Pertambahan Nilai (VAT). Pengisian daya mandiri di rumah hanya dikenakan VAT sebesar 5 persen, sementara penggunaan fasilitas pengisian daya publik dibebani tarif hingga 20 persen.

Sejumlah perusahaan pengembang seperti Kerbo Charge, Gul-e, Pavecross, dan ACO mengklaim produk mereka aman dan tidak membuat pejalan kaki tersandung. Meski demikian, kepastian hukum dan risiko kecelakaan tetap menjadi kekhawatiran utama otoritas setempat.

Co-founder Kerbo Charge, Michael Goulden, menjelaskan bahwa setiap tindakan instalasi di lapangan tetap wajib mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah terkait.

"Proses ini tetap membutuhkan persetujuan dari pemerintah daerah sebelum setiap instalasi dilakukan," kata Michael Goulden.

Saat ini, Kerbo Charge telah menjalin kerja sama dengan 48 pemerintah daerah yang bersedia menguji coba atau mengizinkan teknologi tersebut. Namun, regulasi yang diterapkan pada tiap wilayah masih belum seragam.

"Kami terus menyederhanakan proses bersama pemerintah daerah agar implementasinya menjadi lebih efisien," ujarnya.

Goulden menambahkan bahwa beberapa borough di pusat kota London bahkan belum menyusun rencana pemanfaatan kabel trotoar ini.

"Banyak borough di London bagian dalam saat ini belum memiliki rencana untuk menerapkan solusi kabel melintasi trotoar. Perubahan regulasi ini tidak akan memberikan dampak berarti bagi warga mereka dalam waktu dekat," katanya.

Faktor tanggung jawab pemeliharaan dan potensi gugatan hukum jika terjadi insiden menjadi alasan mendasar penolakan tersebut. Selain itu, tidak ada jaminan pemilik kendaraan bisa selalu memarkirkan mobil tepat di depan tempat tinggal mereka.

Pihak Leicester City Council memandang teknologi ini kurang efektif untuk area perumahan teras karena keterbatasan ruang parkir di depan rumah. Mereka juga mengkhawatirkan berkurangnya aksesibilitas pada ruang publik.

Kekhawatiran mengenai risiko sengatan listrik jika terjadi kerusakan pada kabel disampaikan oleh Kent County Council. Sementara itu, Worcestershire County Council melarang segala bentuk pembongkaran jalan umum untuk jalur pengisian daya, meski masih mentoleransi penggunaan pelindung kabel di atas trotoar.

Penolakan juga datang dari Ealing Council di London barat yang lebih menyoroti aspek keselamatan bagi kelompok rentan.

"Kami memiliki kekhawatiran terkait aksesibilitas dan keselamatan, terutama bagi warga lanjut usia, penyandang disabilitas, pengguna kursi roda, dan mereka yang memiliki gangguan penglihatan," kata perwakilan Ealing Council.

Sebagai langkah alternatif, wilayah Ealing memilih fokus memfasilitasi warganya dengan memperbanyak jaringan pengisian daya publik yang diintegrasikan pada tiang lampu jalan.

Artikel terkait

Rekomendasi