Kebun Raya Bogor memamerkan koleksi tanaman karnivora melalui Taman Nepenthes sebagai pusat konservasi keanekaragaman hayati Indonesia pada Selasa (12/5/2026). Kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai spesies kantong semar yang mulai terancam punah di habitat aslinya.
Pengelolaan taman unik ini merupakan hasil kemitraan antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Pertamina. Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, kolaborasi tersebut bertujuan untuk memproteksi tanaman predator ini dari kepunahan di alam liar.
Indonesia tercatat sebagai pusat penting bagi distribusi global tanaman kantong semar. Data di lokasi menunjukkan bahwa sebaran spesies ini mencakup wilayah Sumatera dengan 37 jenis endemik, Kalimantan dengan 36 jenis, hingga Sulawesi dan Jawa yang memiliki spesies ikonik seperti Nepenthes adrianii.
| Wilayah | Jumlah/Jenis Spesies Spesifik |
|---|---|
| Sumatera | 37 jenis endemik (N. adnata, N. tobaica) |
| Kalimantan | 36 jenis (N. bicalcarata) |
| Jawa | Spesies ikonik N. adrianii |
| Sulawesi | 3 jenis (N. maxima, N. tomoriana, N. mirabilis) |
Selain kantong semar, taman ini menyimpan koleksi predator lainnya seperti Venus Flytrap dari Amerika Utara dan tanaman air Bucephalandra yang populer di dunia aquascape. Tanaman-tanaman ini memiliki peran krusial sebagai penyerap karbon dan indikator kesehatan ekosistem di rawa gambut.
Pihak pengelola juga menekankan pentingnya pelestarian lingkungan melalui informasi visual yang tersedia bagi para pengunjung di area konservasi tersebut.
"Taman ini dirancang untuk mencapai Target 15 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati," tulis salah satu papan informasi di Taman Nepenthes.
Untuk meningkatkan keterlibatan publik, Kebun Raya Bogor bekerja sama dengan PT Mitra Natura Raya dalam menyelenggarakan kelas edukasi. Program ini mengajarkan teknik budidaya dan perawatan tanaman karnivora secara mandiri bagi masyarakat luas.