Insiden kecelakaan tunggal jip wisata yang menabrak tebing di jalur ekstrem Gunung Bromo, Pasuruan, menjadi pukulan telak bagi aspek keselamatan transportasi wisata.
Terlebih lagi, dua korban jiwa dalam kejadian tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah terlempar keluar dari kabin kendaraan.
Kejadian fatal ini memperlihatkan masih rendahnya kesadaran atau pengawasan terkait penggunaan sabuk pengaman pada jip wisata, baik untuk pengemudi maupun penumpang.
Kondisi kendaraan jip Hardtop usai menabrak tebing di jalur turunan yang ekstrem di jalur wisata Gunung Bromo, tepatnya di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (29/5/2026).
Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC), menjelaskan bahwa sabuk pengaman merupakan fitur keselamatan pasif paling krusial untuk mencegah fatalitas saat terjadi benturan keras, seperti dikutip dari Otomotif.
Mengingat medan jip wisata yang kerap melewati rute terjal dan turunan curam, potensi guncangan serta benturan sangatlah besar.
Marcell Kurniawan menegaskan bahwa kewajiban memakai sabuk pengaman tidak hanya terbatas untuk orang yang duduk di baris depan saja.
"Salah satu keuntungan menggunakan safety belt adalah penumpang terikat, sehingga tidak terlempar keluar dan atau tubuh tidak menabrak interior mobil saat tabrakan terjadi," ujar Marcell.
"Maka penting sekali untuk seluruh penumpang, baik di depan atau belakang, selalu menggunakan safety belt," kata dia.
Faktor Hukum Fisika dan Gaya Inersia
Mengenai fenomena korban yang sampai terlempar keluar dari mobil saat jip menghantam tebing, Marcell memaparkan adanya faktor hukum fisika yang bekerja saat kendaraan berhenti mendadak akibat tabrakan.
"Namanya gaya inersia. Jadi tubuh akan meluncur dengan kecepatan terakhir sebelum tabrakan. Misalnya mobil melaju 70 km per jam (kpj), maka tubuh terlempar dalam kecepatan 70 kpj juga," ucap Marcell.
Tanpa adanya sabuk pengaman yang menahan tubuh tetap di posisinya, gaya inersia ini akan melemparkan penumpang ke arah depan atau keluar jendela dengan kekuatan yang setara dengan kecepatan mobil.
Tragedi di Bromo ini diharapkan menjadi momentum bagi para pengelola jip wisata dan wisatawan untuk tidak lagi menyepelekan sabuk pengaman, demi menikmati liburan yang aman dan selamat.