Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia Didominasi Kelompok Usia Muda

Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia Didominasi Kelompok Usia Muda

Angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di Indonesia kini melampaui 100 jiwa setiap harinya dengan mayoritas korban berasal dari kelompok usia produktif. Berdasarkan data Korlantas Polri dan PT Jasa Raharja yang dilansir dari Otomotif pada Senin (11/5/2026), pengguna sepeda motor menyumbang 75 persen dari total tingkat kematian tersebut.

Risiko tinggi kecelakaan ini secara spesifik mengancam kelompok masyarakat yang berada dalam masa produktif, mulai dari jenjang pelajar hingga pekerja. Sebaran usia korban yang paling dominan berada pada rentang 11 hingga 55 tahun, yang merepresentasikan lebih dari 70 persen total kasus.

"Kecelakaan ini secara spesifik menyasar mereka yang tengah berada dalam masa produktif, mulai dari pelajar hingga pekerja dengan rentang usia mayoritas antara 11 hingga 55 tahun atau lebih dari 70 persen," kata Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno.

Data menunjukkan bahwa porsi paling signifikan dalam statistik tersebut berasal dari kategori pelajar dan mahasiswa. Kelompok usia 11-25 tahun mencatatkan persentase keterlibatan kecelakaan yang paling menonjol dibandingkan kategori lainnya.

"Djoko menjelaskan, dari jumlah tersebut, pelajar dan mahasiswa dengan rentang usia 11-25 tahun memiliki porsi paling menonjol, yakni berkisar 25 hingga 40 persen." ujar Djoko Setijowarno.

Meskipun terdapat penurunan angka fatalitas sekitar 8 persen pada masa mudik 2026 jika dikomparasikan dengan tahun sebelumnya, profil korban tidak mengalami perubahan. Mayoritas korban meninggal dunia tetap didominasi oleh laki-laki pada usia produktif.

"Jika dibedah lebih dalam, 61 persen kecelakaan nyatanya dipicu faktor manusia, baik karena kurangnya kemampuan maupun karakter pengemudi yang berisiko," ujar Djoko Setijowarno.

Analisis penyebab kecelakaan menunjukkan bahwa faktor prasarana dan lingkungan memberikan kontribusi sebesar 30 persen. Sementara itu, aspek kendala teknis pada kendaraan menyumbang angka terkecil yakni sebesar 9 persen terhadap total kejadian.

"Data ini menjadi alarm bahwa perbaikan keselamatan tidak cukup hanya dengan memperbaiki jalan atau mengecek mesin, tetapi juga harus menyentuh sisi fundamental, yakni kedisiplinan dan kompetensi penggunanya," ujar Djoko Setijowarno.

Salah satu peristiwa yang menonjol terjadi di Jalan Wonosobo–Kertek, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (27/12/2025) pagi. Kecelakaan di Simpang Empat Kertek tersebut melibatkan satu unit truk tronton yang sedang mengangkut muatan keramik.

Artikel terkait

Rekomendasi