Kecelakaan Luwu Soroti Keterbatasan Fitur Keselamatan Wuling Formo S

Kecelakaan Luwu Soroti Keterbatasan Fitur Keselamatan Wuling Formo S

Kecelakaan tragis yang menewaskan tiga orang di jalur poros Palopo-Masamba, Kabupaten Luwu, pada Senin (18/5/2026), memicu pembahasan mengenai sistem keamanan kendaraan. Insiden ini melibatkan satu unit Wuling Formo S yang hancur parah setelah bertabrakan langsung dengan truk boks Mitsubishi di sebuah tikungan jalan.

Kondisi kabin mobil yang ringsek total menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas fitur keselamatan kendaraan tersebut dalam skenario tabrakan ekstrem, sebagaimana dilansir dari Suara. Berdasarkan spesifikasi teknis, Wuling Formo S sebenarnya telah dilengkapi dengan sistem pengereman Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake Distribution (EBD).

Kedua piranti pengereman tersebut berfungsi mencegah roda terkunci saat pengemudi menginjak rem secara mendadak di jalur lurus. Kendati demikian, absennya fitur Vehicle Stability Control (VSC), Kontrol Traksi, serta Brake Assist menjadi titik lemah krusial saat mobil melintasi area tikungan tajam.

Ketiadaan sistem VSC membuat kendaraan rentan kehilangan kendali arah atau mengalami gejala understeer dan oversteer ketika melakukan manuver menghindar secara mendadak. Risiko ini semakin tinggi jika pengemudi berpapasan dengan kendaraan besar lain yang muncul dari area titik buta.

Dari sektor keselamatan pasif, tipe Formo S ini sebenarnya sudah menyediakan Dual SRS Airbag untuk pengemudi dan penumpang depan beserta sabuk pengaman. Sensor kendaraan dipastikan tetap memicu kantong udara mengembang guna meminimalkan benturan fatal pada area kepala serta dada.

Namun, fatalitas tetap terjadi karena disproporsi benturan akibat runtuhnya ruang selamat di dalam kabin akibat desakan benda luar. Struktur bodi monokok ringan milik Wuling Formo S harus berhadapan dengan sasis tangga yang kaku dan berat dari truk boks tersebut.

Energi kinetik besar dari truk langsung merusak zona benturan depan dan melewati pelindung bawah mobil hingga menghantam pilar A kendaraan. Kerusakan parah pada kabin utama ini membuat perlindungan dari kantong udara tidak mampu bekerja secara maksimal bagi para penumpang di dalamnya.

Artikel terkait

Rekomendasi