Kawasan Batu Angus di Kelurahan Kulaba menyajikan panorama alam yang unik berupa hamparan batu vulkanik hitam di kaki Gunung Gamalama. Dilansir dari Katanetizen, lokasi ini merupakan sisa aliran lava panas dari letusan masa lampau yang telah membeku.
Dari kejauhan, pemandangan didominasi oleh warna hitam pekat dengan bentuk bebatuan yang tidak beraturan. Tekstur permukaannya sangat beragam, mulai dari batu yang terasa kasar dan tajam hingga bagian yang halus serta mengilap.
Nama Batu Angus dipilih karena seluruh area ini terlihat seperti lahan yang habis dilalap api. Fenomena geologi tersebut merekam bagaimana suhu ekstrem lava melahap hutan dan vegetasi sebelum akhirnya mendingin menjadi batuan padat.
Pemandu lokal menjelaskan bahwa bebatuan ini adalah arsip alam dari letusan Gunung Gamalama ratusan tahun lalu. Garis melengkung dan tekstur berpori pada batu menunjukkan arah pergerakan lava saat mengalir menuruni lereng gunung.
Kawasan ini kini berfungsi layaknya museum geologi terbuka yang terbentuk tanpa campur tangan manusia. Ekosistem di sekitarnya pun sangat terbatas, di mana hanya semak-semak kecil yang mampu bertahan tumbuh di sela-sela bongkahan batu besar.
Identitas dan Daya Tarik Wisata
Bagi masyarakat Ternate, Batu Angus bukan sekadar destinasi wisata, melainkan bagian dari identitas pulau yang terbentuk dari aktivitas vulkanik. Jejak letusan ini menjadi pengingat hubungan emosional warga dengan Gunung Gamalama yang memberi berkah sekaligus risiko.
Daya tarik visual tempat ini diperkuat oleh kontras warna antara daratan hitam dan bentangan laut biru di latar belakang. Suasana di lokasi terasa sunyi dengan embusan angin sejuk serta aroma khas tanah pegunungan yang menenangkan bagi pengunjung.
Akses menuju lokasi tergolong mudah dari pusat kota Ternate melalui jalanan yang menanjak ke arah kaki gunung. Di sepanjang perjalanan, wisatawan dapat menikmati udara yang semakin sejuk dengan barisan rumah penduduk yang tertata rapi di pinggir jalan.
Kehadiran Batu Angus juga menjadi pengingat konkret mengenai pentingnya mitigasi bencana dan kesadaran terhadap kekuatan alam. Meskipun lahir dari kehancuran masa lalu, bentuk bebatuan yang unik kini dianggap sebagai karya seni alami yang memukau para pelancong.