Kepadatan lalu lintas di Indonesia menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan aki mobil akibat tidak optimalnya sistem pengisian daya saat kendaraan menghadapi pola stop-and-go, seperti dilansir dari Otomotif pada Minggu (24/5/2026).
Karakteristik jalanan yang sering macet membuat proses pengisian ulang daya oleh komponen alternator bekerja kurang maksimal dibandingkan dengan kondisi arus lalu lintas yang lancar.
Penjelasan mengenai dampak buruk situasi jalan raya yang menantang ini disampaikan oleh Adrian Tay, Direktur PT HTG Indonesia Distribusi selaku kemitraan PT Ecobatt Indo Lestari yang memegang perkembangan VARTA di Indonesia.
"Karena kamu mulai, berhenti, mulai, berhenti," ujar Adrian Tay, Direktur PT HTG Indonesia Distribusi.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan situasi di negara lain yang memiliki arus lalu lintas lebih mengalir, di mana alternator bekerja optimal mengisi baterai saat mobil melaju konstan.
"Ketika berjalan dengan cepat, alternator bisa mengisi daya aki," kata Adrian Tay, Direktur PT HTG Indonesia Distribusi.
Menurutnya, penumpukan kendaraan dalam durasi yang lama juga memicu lonjakan suhu di dalam ruang mesin secara drastis.
"Ruang mesin menjadi sangat panas. Tidak bagus untuk baterai," ujar Adrian Tay, Direktur PT HTG Indonesia Distribusi.
Karakteristik lalu lintas kota besar di Indonesia yang kontras dengan negara lain ini menuntut pemilik kendaraan untuk melakukan pemeriksaan komponen kelistrikan secara berkala.
Pengecekan rutin disarankan terutama ketika mesin sudah mulai terasa berat saat dinyalakan atau pasokan listrik melemah demi mencegah mobil mogok di tengah jalan.