Kementerian Perhubungan memastikan kesiapan armada angkutan umum, terutama bus antarkota antarprovinsi (AKAP), menjelang libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada pekan depan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat di berbagai jalur transportasi.
Dikutip dari Otomotif, puncak arus keberangkatan masyarakat diprediksi terjadi pada 26 Mei 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 1 Juni 2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan mengatakan, pengawasan terhadap angkutan umum menjadi salah satu langkah utama untuk menjamin keselamatan masyarakat selama periode libur panjang.
“Kami selalu berusaha menjamin keselamatan masyarakat, salah satunya peningkatan pengawasan angkutan umum atau ramp check di terminal dan pool bus hingga sosialisasi keselamatan berkendara,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan.
Kementerian Perhubungan juga mengoordinasikan langkah antisipasi dengan lintas kementerian dan lembaga. Upaya ini meliputi penempatan personel di titik strategis serta peningkatan pengawasan operasional guna menghadapi lonjakan penumpang.
Pemeriksaan teknis atau ramp check tersebut dilakukan secara berkala di 115 terminal tipe A yang tersebar di seluruh Indonesia. Aspek yang diperiksa meliputi sistem pengereman, lampu, ban, hingga kelengkapan administrasi kendaraan.
“Untuk ramp check sendiri, kami rutin lakukan di 115 terminal tipe A (TTA), pada periode 1 Januari hingga 15 Mei 2026 kami telah melakukan lebih dari 1,4 juta pemeriksaan bus AKAP yang berangkat dari TTA,” ujar Aan Suhanan.
Masyarakat diimbau agar lebih selektif dalam memilih armada bus yang akan digunakan untuk perjalanan libur Idul Adha. Warga perlu memastikan bahwa kendaraan yang ditumpangi telah lulus uji kelaikan jalan demi menjaga keselamatan.
Aan Suhanan meminta masyarakat memastikan bus yang digunakan telah memenuhi aspek keselamatan dan lulus uji kelaikan jalan. Salah satu cirinya ialah adanya stiker ramp check yang ditempel di kaca depan kendaraan.
Stiker khusus tersebut menjadi tanda resmi bahwa armada telah melewati pemeriksaan teknis. Selain memantau stiker, masyarakat dapat memeriksa status kelaikan bus secara mandiri melalui aplikasi Mitra Darat sebelum berangkat.