Kemenpar Siapkan Lima Strategi Jaga Pertumbuhan Pariwisata Nasional

Kemenpar Siapkan Lima Strategi Jaga Pertumbuhan Pariwisata Nasional

Sektor pariwisata Indonesia diprediksi bakal menghadapi tantangan berat sepanjang tahun 2026. Berbagai persoalan mulai dari konflik geopolitik global, pergeseran tren pelancong internasional, hingga faktor cuaca ekstrem diperkirakan memengaruhi industri pariwisata domestik.

Merespons situasi tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) merancang sejumlah langkah strategis. Kebijakan ini diambil demi memastikan industri pariwisata nasional tetap tumbuh positif di tengah ketidakpastian global, seperti dikutip dari Medcom.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga kendala utama yang membayangi dunia pariwisata. Hambatan tersebut meliputi dinamika geopolitik di Timur Tengah, transformasi perilaku wisatawan, serta dampak nyata dari perubahan iklim.

Menurut Widiyanti, ketegangan yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran di Timur Tengah secara langsung berdampak pada tingkat kunjungan turis asing. Kondisi ini pada akhirnya turut memengaruhi perolehan devisa dari sektor pariwisata negara.

Faktor lain yang menjadi sorotan adalah akselerasi digitalisasi yang mengubah cara wisatawan merencanakan liburan. Pelancong saat ini cenderung menginginkan pengalaman yang lebih unik, personal, serta mengutamakan aspek kualitas.

“Wisata yang berkualitas kita tidak lagi semata-mata berfokus pada kuantitas wisatawan, tetapi juga kualitasnya yaitu wisatawan yang berpengeluaran lebih tinggi,” kata Widiyanti dalam Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata di Jakarta, Rabu.

Selain masalah tren dan politik, Widiyanti menyebut perubahan iklim sebagai ancaman yang serius. Pola cuaca yang tidak menentu dan potensi bencana alam dinilai berisiko mengganggu kelancaran aktivitas wisata di sejumlah daerah.

Tantangan eksternal tersebut kian kompleks lantaran pelaku usaha wisata lokal masih harus membenahi persoalan internal. Beberapa di antaranya meliputi adaptasi model bisnis baru, keterbatasan fasilitas penunjang, hingga penjaminan keselamatan wisatawan.

Lima Program Strategis Kemenpar

Guna mengatasi berbagai persoalan tersebut, Kemenpar meluncurkan lima program strategis yang diintegrasikan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut mencakup penguatan keselamatan wisata, pengembangan desa wisata, pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, dan Tourism 5.0.

Pada program keselamatan, fokus utama akan diarahkan pada pemberian pelatihan serta sertifikasi kompetensi. Langkah ini bertujuan agar para pelaku usaha lebih siap dalam memitigasi berbagai risiko operasional di lapangan.

Untuk sektor pedesaan, perluasan desa wisata akan dioptimalkan melalui skema Sertifikasi Desa Wisata (Sertidewi). Kemenpar juga menggandeng BPJPH untuk memfasilitasi sertifikasi halal di kawasan tersebut.

Kemenpar kini juga mulai menggalakkan sektor wisata minat khusus sebagai daya tarik alternatif. Beberapa sektor yang didorong meliputi wisata gastronomi, wisata bahari, wellness, wastra, hingga pertunjukan seni dan budaya lokal.

Sementara itu, agenda Event by Indonesia dirancang untuk memperkokoh pelaksanaan kegiatan lokal melalui Karisma Event Nusantara (KEN) sebagai wadah penampil identitas budaya. Adapun Tourism 5.0 diterapkan untuk memenuhi kebutuhan pelancong modern yang mengandalkan efisiensi teknologi digital.

Artikel terkait

Rekomendasi