Kementerian Pariwisata Siapkan Penataan Destinasi Wisata Raja Ampat

Kementerian Pariwisata Siapkan Penataan Destinasi Wisata Raja Ampat

Kementerian Pariwisata menyiapkan langkah penataan destinasi wisata berkelanjutan di Raja Ampat, Papua Barat Daya, guna mendukung proses revalidasi UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan pada Agustus mendatang, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Rabu (20/5/2026).

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menjelaskan bahwa dirinya telah meninjau langsung kawasan tersebut untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata setempat mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki.

"Kita di sana melihat apa saja yang perlu diperbaiki, misalnya harus ada penghitungan daya dukung dari setiap destinasi untuk diving gitu, itu harus dihitung dan juga berapa jumlah kapal yang bisa untuk datang ke sana. Sehingga itu harus didata dulu oleh pemerintah daerah dan juga asosiasi," ujar Menpar Widiyanti Putri Wardhana.

Pemerintah berencana memasang pelampung tambat atau mooring buoy di kawasan Raja Ampat untuk melindungi kelestarian terumbu karang dari aktivitas jangkar kapal pariwisata yang kian padat.

"Total jumlahnya ada 136 mooring buoys yang akan disebar di Raja Ampat sehingga itu untuk menjaga sustainability dari terumbu karang di sana. Karena sekarang itu banyak sekali kapal berlayar di sana untuk diving dan berwisata tapi jangkarnya di mana-mana begitu, jadi kalau ada mooring buoys akan menambatkan kapalnya di situ sehingga tidak merusak terumbu karang," jelas Menpar Widiyanti Putri Wardhana.

Selain fasilitas tambat kapal, sektor akomodasi seperti hotel dan homestay juga didorong menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan secara menyeluruh, termasuk dalam hal sistem pengelolaan limbah.

"Ini perlu dikembangkan untuk pulau-pulau yang lain. Nah jadi kita bekerja sama nanti memformulasikan bagaimana dan juga di sana isu sampah juga sudah mulai ada, harus juga untuk sampah laut kita harus tegas bahwa kapal tidak boleh membuang sampah di tengah laut dan juga daerah-daerah sekitarnya," ujar Menpar Widiyanti Putri Wardhana.

Penanganan sampah menjadi perhatian serius karena aliran limbah dari daratan yang terbawa arus sungai masih sering masuk ke wilayah perairan laut Raja Ampat.

"Mungkin kita harus pasang jaring di muara sungai agar sampah-sampah dari darat itu tidak masuk ke laut. Nah itu butuh effort yang luar biasa dan pasti biaya juga operasionalnya ya, jadi ini perlu dirumuskan bersama," kata Menpar Widiyanti Putri Wardhana.

Pendataan dan perumusan regulasi bersama ini diharapkan mampu menguatkan komitmen pengelolaan pariwisata nasional yang ramah lingkungan dalam jangka panjang.

"Ini karena sampah kan adalah isu nasional sekarang ya. Nah jadi kita mendata dan mudah-mudahan ke depan kita bisa membangun pariwisata di Raja Ampat dan destinasi lain secara berkelanjutan gitu," lengkap Menpar Widiyanti Putri Wardhana.

Artikel terkait

Rekomendasi