Kenaikan Harga BBM Diesel Nonsubsidi Mulai Bayangi Pasar Mobil Bekas

Kenaikan Harga BBM Diesel Nonsubsidi Mulai Bayangi Pasar Mobil Bekas

Lonjakan harga bahan bakar diesel nonsubsidi diperkirakan tidak hanya menekan penjualan kendaraan baru. Kondisi ini juga mulai membayangi pergerakan pasar mobil diesel bekas.

Pembengkakan biaya operasional harian membuat sebagian konsumen kini berpikir ulang sebelum meminang kendaraan bermesin solar. Hal tersebut memicu sikap yang lebih selektif di kalangan calon pembeli.

Seperti dilansir dari Otomotif, harga BBM diesel nonsubsidi di sejumlah SPBU wilayah Jabodetabek saat ini menyentuh angka Rp 26.000 hingga Rp 30.890 per liter.

Kenaikan harga yang signifikan tersebut dinilai menggerus minat terhadap mobil diesel second. Dampak terbesar terutama dirasakan oleh model-model modern yang secara spesifikasi memerlukan solar nonsubsidi.

Situasi pasar yang dinamis ini turut diakui oleh Marketing Director Toyota Astra Motor, Bansar Maduma. Ia menyatakan bahwa efek dari fluktuasi harga solar nonsubsidi sudah mulai merambah ke segmen kendaraan diesel.

"Kenaikan harga bahan bakar diesel nonsubsidi yang signifikan memang berdampak pada penjualan model-model diesel yang secara teknologi memang mengharuskan penggunaan bahan bakar nonsubsidi," ujar Bansar.

Faktor lain yang ikut memengaruhi kelesuan pasar saat ini adalah kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya stabil. Dampaknya, masyarakat menjadi lebih berhati-hati dalam mengalokasikan dana untuk membeli kendaraan, termasuk unit bekas.

"Jadi masyarakat cenderung wait and see dalam melakukan pembelian kendaraan secara umum. Pertimbangannya bukan hanya soal teknologi kendaraan yang dipilih, tetapi juga kebutuhan dan prioritas lain," kata Bansar.

Meskipun demikian, kendaraan bermesin diesel dinilai tetap memiliki basis penggemar setia. Mobil jenis ini umumnya diincar oleh konsumen yang memprioritaskan torsi besar dan efisiensi untuk perjalanan jarak jauh.

Namun, lonjakan harga bahan bakar memaksa calon konsumen untuk melakukan kalkulasi ulang mengenai biaya pemakaian harian sebelum melakukan transaksi pembelian.

Di sisi lain, tren kenaikan harga BBM ini justru memicu pertumbuhan minat pada segmen kendaraan alternatif yang menawarkan efisiensi lebih tinggi.

"Peningkatan persentase kendaraan Hybrid EV setelah kenaikan harga bahan bakar juga menunjukkan adanya minat positif masyarakat terhadap pilihan kendaraan yang lebih efisien," ujarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi