Permintaan kendaraan niaga bekas di balai lelang JBA Indonesia dilaporkan tetap stabil sepanjang awal tahun 2026 demi memenuhi kebutuhan operasional sektor usaha yang tinggi. Sektor logistik dan distribusi yang terus berjalan memicu kuatnya pasar ini di tengah kompetitifnya harga unit bekas dibandingkan kendaraan baru.
Data kinerja kuartal pertama tahun ini menunjukkan bahwa segmen kendaraan kerja tersebut masih mendominasi perputaran unit di pasar lelang nasional, sebagaimana dilansir dari Otomotif pada Minggu (17/5/2026).
Chief Operating Officer JBA Indonesia, Deny Gunawan menerangkan bahwa porsi pasokan armada niaga di tempat pelelangan masih menunjukkan angka yang signifikan apabila dikomparasikan dengan kategori kendaraan penumpang.
“Berdasarkan data kuartal I 2026, kendaraan niaga mencatat kontribusi unit yang ditawarkan di lelang sebesar 23 persen,” ujar Deny, kepada Kompas.com, dikutip Minggu (17/5/2026).
Menurut penjelasan Deny, variasi tipe mobil niaga yang masuk ke balai lelang meliputi pikap colt, dump truck, double cabin, hingga light truck untuk kebutuhan industri. Kelompok konsumen terbesar dari unit operasional terjangkau ini berasal dari pelaku usaha kecil menengah serta perusahaan distribusi barang.
Pergerakan pasar untuk pasokan mobil komersial tersebut diakui tidak mengalami fluktuasi besar dibandingkan dengan pergerakan segmen mobil penumpang.
“Permintaan terhadap kendaraan niaga pada periode ini juga cenderung stabil dibandingkan segmen kendaraan lainnya,” kata Deny.
Penilaian terhadap kinerja penjualan armada niaga di lantai lelang mengindikasikan grafik yang serupa dengan pencapaian pada tahun lalu. Angka pelepasan unit ke konsumen juga mampu dipertahankan pada tingkat persentase tertentu.
“Tren lelang kendaraan niaga pada Q1 2026 relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rasio penjualan hingga 20 persen,” ujarnya.