Kerugian Besar Pertama Honda Akibat Transisi Mobil Listrik di AS

Kerugian Besar Pertama Honda Akibat Transisi Mobil Listrik di AS

Peta perkembangan kendaraan listrik di Amerika Serikat mengalami perubahan besar setelah pemerintahan Donald Trump mengubah aturan emisi. Kebijakan baru ini juga menghentikan insentif pajak bagi konsumen di negara tersebut. Dampaknya, penjualan mobil listrik mengalami penurunan tajam, sementara kenaikan harga BBM tidak mendongkrak permintaan secara signifikan.

Sejumlah produsen otomotif awalnya mengantisipasi regulasi emisi yang lebih ketat di Amerika Serikat dengan menginvestasikan miliaran dolar untuk kendaraan listrik sepenuhnya. Namun, pemerintahan Trump membatalkan aturan tersebut dan menghapus denda finansial bagi pelanggar emisi. Kondisi ini membuat produsen kembali fokus pada penjualan truk dan SUV bensin berukuran besar.

Pergeseran fokus ini memicu kerugian besar bagi para produsen karena adanya penyusutan nilai investasi kendaraan listrik. Dikutip dari Detik Oto, Honda menjadi salah satu pabrikan yang terdampak dengan melaporkan penurunan laba sebesar 1,6 triliun yen atau hampir USD 10 miliar pada tahun fiskal kemarin. Padahal, perusahaan semula berpotensi meraih laba USD 7,4 sersan miliar.

Akibat situasi tersebut, Honda harus mencatatkan kerugian bersih mencapai 403,3 miliar yen atau setara Rp 45 triliun. Dilansir dari CNN, perubahan kebijakan di Amerika Serikat ini memaksa para pelaku industri otomotif menulis ulang strategi jangka panjang mereka.

CEO Honda Toshihiro Mibe mengungkapkan bahwa perusahaan akan membatalkan target penjualan mobil listrik. Sebelumnya, seperti diberitakan oleh BBC, Honda menargetkan kendaraan listrik dapat menyumbang seperlima dari total penjualan mobil baru pada tahun 2030.

Toshihiro Mibe juga menyatakan pembatalan target terkait seluruh kendaraan Honda yang harus menjadi EV pada tahun 2040. Pihak manajemen memperkirakan kerugian terkait proyek EV ini masih akan mencapai 512 miliar yen pada tahun fiskal berikutnya yang berakhir Maret 2027.

Kondisi yang dihadapi oleh pabrikan asal Jepang ini mendapat perhatian dari pengamat industri keuangan global. Kegagalan prediksi pasar menjadi faktor utama yang memicu situasi sulit ini bagi perusahaan konvensional.

"Ini merupakan tonggak sejarah suram bagi Honda, tapi tidak mengejutkan. Seperti banyak produsen mobil konvensional lainnya, Honda bertaruh bahwa para pengendara akan segera beralih ke kendaraan listrik, dan kalah saat dunia berubah," ujar kepala analisis keuangan di AJ Bell, Danni Hewson.

Artikel terkait

Rekomendasi