Ketergantungan Kendaraan Pribadi Picu Antrean BBM di SPBU

Ketergantungan Kendaraan Pribadi Picu Antrean BBM di SPBU

Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bekasi Timur pada Selasa (31/3/2026) dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap isu kenaikan harga BBM. Fenomena belanja panik ini dinilai terjadi akibat tingginya ketergantungan warga pada kendaraan pribadi untuk mobilitas harian.

Dilansir dari Otomotif, penumpukan kendaraan sempat terlihat mengular di SPBU Pertamina 34.171.44 Jalan RA Kartini. Situasi ini menunjukkan kerentanan ekonomi rumah tangga terhadap fluktuasi harga energi karena ketiadaan alternatif transportasi yang murah dan efisien bagi masyarakat.

Pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran), Ki Darmaningtyas menilai bahwa akar permasalahan ini terletak pada belum tersedianya layanan angkutan umum yang memadai di berbagai daerah. Kondisi tersebut memaksa warga tetap menggunakan motor atau mobil meskipun harga bahan bakar tidak stabil.

"Ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi sangat tinggi. Maka ketika BBM naik, secara otomatis mereka menjadi panik," ujar Darmaningtyas, pengamat transportasi Instran.

Penilaian terhadap respons pemerintah juga menjadi sorotan karena dianggap belum menyentuh substansi permasalahan transportasi nasional. Penguatan jaringan transportasi massal dinilai belum menjadi prioritas utama dalam menghadapi tantangan energi saat ini.

"Tapi, ini juga enggak pernah menjadi pelajaran bagi pemerintah. Mestinya dalam kondisi seperti ini, pemerintah itu membuat program yang cerdas," kata Darmaningtyas.

Kritik tersebut juga diarahkan pada arah kebijakan elektrifikasi yang saat ini sedang dijalankan oleh pemerintah. Pemberian subsidi untuk konversi kendaraan pribadi ke tenaga listrik dianggap kurang tepat sasaran dibandingkan dengan pembenahan sektor pelayanan publik.

"Membeli bus listrik untuk angkutan umum yang dibagikan ke semua daerah. Bukan malah mengkonversi sepeda motor BBM menjadi sepeda motor listrik. Pemerintah sepertinya selalu mengulangi kebodohan-kebodohan yang sudah terjadi pada masa lalu," ujarnya.

Sistem angkutan umum yang tidak segera diperbaiki secara masif diprediksi akan terus menyebabkan fenomena serupa di masa depan. Ketidakpastian harga bahan bakar akan selalu berdampak langsung pada stabilitas ekonomi warga selama moda transportasi publik belum menjadi pilihan utama.

Artikel terkait

Rekomendasi