Kia Sales Indonesia secara resmi melakukan penyesuaian harga jual untuk dua model andalannya, yakni Kia Carens dan Kia Sonet model 2026, guna memperluas jangkauan pasar di tanah air. Kebijakan ini diumumkan di Jakarta pada Selasa, 27 April 2026, sebagai strategi agresif memperkuat posisi brand di segmen MPV dan SUV kompak.
Dilansir dari Suara, langkah ini membuat harga lini produk Kia menjadi jauh lebih kompetitif bagi calon konsumen. Meskipun terdapat penurunan harga unit, pabrikan tetap mempertahankan paket Kia Total Care yang mencakup fasilitas perawatan gratis selama empat tahun serta garansi kendaraan hingga tujuh tahun atau 200.000 km.
| Model & Varian | Harga Lama | Harga Baru |
|---|---|---|
| Carens Signature | Rp399.000.000 | Rp379.000.000 |
| Carens Motion | Rp359.000.000 | Rp339.000.000 |
| Carens Trendy | Rp319.000.000 | Rp299.000.000 |
| Sonet Signature | Rp339.000.000 | Rp313.000.000 |
| Sonet Motion | Rp314.000.000 | Rp288.000.000 |
| Sonet Trendy | Rp289.000.000 | Rp263.000.000 |
VP Operation Kia Sales Indonesia, Harry Yanto, menjelaskan bahwa restrukturisasi harga ini merupakan upaya perusahaan dalam memberikan nilai lebih kepada pelanggan di Indonesia.
"Penyesuaian harga ini bukan tanpa alasan. Kia ingin memperluas jangkauan pasar dan menjadikan Carens sebagai pilihan yang lebih kompetitif di segmen MPV keluarga di Indonesia," ujar Harry Yanto, VP Operation Kia Sales Indonesia.
Kebijakan repositioning ini juga menyasar segmen SUV kompak melalui model Sonet yang kini dibanderol mulai dari Rp263 juta untuk varian terendahnya. Penurunan harga pada model ini diharapkan mampu menarik segmen pasar yang lebih luas.
"Dengan harga baru tersebut, kini masuk ke segmen yang lebih kompetitif dan berpotensi menarik minat lebih banyak konsumen, terutama pembeli mobil pertama," kata Harry Yanto, VP Operation Kia Sales Indonesia.
Strategi besar ini dirumuskan melalui pesan utama yang menekankan bahwa produk Kia kini dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Kia Carens dan Sonet 2026 diprediksi akan meningkatkan eskalasi persaingan di pasar otomotif kota-kota besar Indonesia.