KNKT Ungkap Penyebab Kecelakaan Taksi Listrik Green SM Ditabrak Kereta

KNKT Ungkap Penyebab Kecelakaan Taksi Listrik Green SM Ditabrak Kereta

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan sejumlah temuan dari hasil investigasi insiden kecelakaan kereta yang melibatkan taksi listrik Green SM di kawasan Bekasi Timur beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Medcom.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menyoroti beberapa hal, mulai dari perekrutan sopir taksi, hingga proses pengenalan kendaraan yang belum optimal.

Menurut Soerjanto, selain rekrutmen yang mudah, pengenalan kendaraan dengan teknologi baru atau mobil listrik (EV) juga hanya melalui kelas teori singkat yang dinilai kurang komprehensif.

Kendaraan EV sepenuhnya belum diadaptasi seluruh kalangan masyarakat sehingga materi pengenalan dan pelatihan harusnya lebih bersifat komprehensif, mulai dari pengoperasian dasar hingga pengetahuan fitur dan cara kerja, dan antisipasi jika terjadi error.

"Pengenalan kendaraan hanya melalui kelas teori yang singkat. Pelatihan mencakup cara menghidupkan mobil, cara parkir, lampu indikator, knob transmisi, serta penggunaan sabuk pengaman, tidak ada edukasi mengenai teknis kendaraan atau penanganan sistem saat terjadinya error," ujar Soerjanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Sopir Baru Bekerja Tiga Hari

Tak hanya itu, temuan lainnya adalah pengemudi taksi yang terlibat kecelakaan tersebut ternyata baru lama bekerja alias pengemudi baru. Bahkan disebutkan kalau sang sopir baru bekerja 3 hari sebagai driver Green SM.

"Pengemudi yang terlibat laka baru diterima bekerja melalui job fair dan baru bekerja 3 hari," beber Soerjanto.

Taksi Green SM dengan nomor polisi B 2868 SBX tiba-tiba berhenti atau mogok di tengah perlintasan kereta di Bekasi Timur. Taksi tersebut akhirnya ditabrak KRL dan berujung pada kecelakaan maut KA Argo Bromo Angrek vs KRL di stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang.

Artikel terkait

Rekomendasi