Wuling Eksion hadir sebagai penantang baru di pasar SUV 7-seater berbasis elektrifikasi yang siap mengusik dominasi para rivalnya, termasuk Mitsubishi Destinator. Melalui varian plug-in hybrid (PHEV), Wuling Eksion menawarkan kombinasi efisiensi tinggi yang menjadi alternatif menarik di tengah persaingan mobil keluarga ramah lingkungan.
| Spesifikasi | Wuling Eksion PHEV | Mitsubishi Destinator |
|---|---|---|
| Panjang | 4.745 mm | 4.680 mm |
| Lebar | 1.850 mm | 1.840 mm |
| Tinggi | 1.755 mm | 1.780 mm |
| Mesin Kontainer | 1.500 cc NA + Motor Listrik | 1.500 cc Turbo (4B40) |
| Tenaga Mesin | 105 tk | 163 PS (~160 tk) |
| Torsi Mesin | 130 Nm | 250 Nm pada 2.500 - 4.000 rpm |
| Tenaga Motor Listrik | 195 tk | - |
| Torsi Motor Listrik | 230 Nm | - |
| Transmisi | Dedicated Hybrid Transmission (DHT) | |
| Jarak Tempuh Listrik | 125 km | - |
| Jarak Tempuh Kombinasi | > 1.000 km | - |
| Harga | Rp 449.000.000 - Rp 499.000.000 (Early Bird) | Rp 397.000.000 - Rp 522.500.000 |
Desain dan Kenyamanan Kabin
Dari segi dimensi fisik, Wuling Eksion PHEV tampil lebih panjang dan lebih lebar dibandingkan dengan Mitsubishi Destinator, meskipun Destinator memiliki postur yang sedikit lebih tinggi. Keunggulan dimensi panjang dan lebar ini memberikan impresi positif pada kelegaan kabin Eksion. Ruang kaki dan ruang kepala di baris kedua terbukti sangat lapang bagi penumpang dewasa. Namun, untuk baris ketiga, akomodasinya cenderung lebih cocok dan nyaman diokupasi oleh anak-anak, terutama untuk perjalanan jauh yang memakan waktu berjam-jam.
Performa dan Dapur Pacu
Urusan performa menyajikan racikan teknologi yang berbeda. Wuling Eksion PHEV mengandalkan mesin bensin 1.500 cc NA bertenaga 105 tk dan torsi 130 Nm yang dipadukan dengan motor listrik bertenaga 195 tk serta torsi 230 Nm. Saluran tenaga via Dedicated Hybrid Transmission (DHT) ini menghasilkan karakter yang cukup responsif di putaran bawah. Di sisi lain, Mitsubishi Destinator mengandalkan mesin konvensional 1.500 cc turbo berwujud kode 4B40 yang sanggup menggelontorkan daya hingga 163 PS (sekitar 160 tk) dan torsi puncak 250 Nm. Hasilnya, putaran bawah Destinator juga terasa responsif serta didukung oleh ketersediaan beberapa mode berkendara untuk menyesuaikan kebutuhan perjalanan.
Efisiensi dan Harga
Eksion PHEV memegang keunggulan mutlak dalam efisiensi berkat teknologi elektrifikasinya. Pabrikan mengklaim jarak tempuh kombinasi mobil ini mampu menembus lebih dari 1.000 km, bahkan mode EV murninya saja bisa menjelajah hingga 125 km. Dari aspek nilai jual, Wuling menetapkan harga early bird Eksion PHEV mulai dari Rp 449.000.000 hingga Rp 499.000.000. Kisaran ini berhimpitan langsung dengan Mitsubishi Destinator yang dibanderol dari Rp 397.000.000 sampai Rp 522.500.000 untuk edisi tertinggi 55 tahun. Eksion tipe bawah seharga Rp 449.000.000 akan berhadapan dengan Destinator Exceed senilai Rp 422.000.000, sementara Eksion XE seharga Rp 499.000.000 bersaing ketat dengan Destinator Ultimate seharga Rp 482.000.000.
Pro
- Dimensi bodi Eksion lebih panjang dan lebar sehingga kabin baris kedua terasa sangat lapang
- Akselerasi putaran bawah responsif pada kedua mobil
- Efisiensi bahan bakar Eksion PHEV sangat tinggi dengan klaim jarak tempuh kombinasi melebihi 1.000 km
- Eksion memiliki mode berkendara listrik murni dengan daya jelajah mencapai 125 km
- Destinator dilengkapi dengan beberapa mode berkendara yang fleksibel
Kontra
- Kabin baris ketiga pada Eksion kurang ramah untuk penumpang dewasa dalam perjalanan jarak jauh berjam-jam
- Harga Wuling Eksion masih bersifat sementara atau early bird
Kedua SUV 7-seater ini menawarkan daya tarik yang kuat untuk segmen pasar keluarga dengan pendekatan teknologi yang bertolak belakang. Wuling Eksion PHEV menjadi opsi paling rasional bagi konsumen yang mengejar efisiensi bahan bakar maksimal dan kenyamanan kabin tengah yang superior, sedangkan Mitsubishi Destinator tetap memikat bagi yang menginginkan performa turbo konvensional yang mantap beserta fleksibilitas mode berkendaranya.