Tren positif terus ditunjukkan oleh penjualan mobil listrik Denza D9 di pasar otomotif Indonesia. Kendaraan listrik premium asal China ini bahkan mulai memikat sebagian konsumen yang sebelumnya melirik MPV premium seperti Toyota Alphard.
Seperti dilansir dari Otomotif, fenomena pergeseran minat pasar tersebut diungkapkan oleh CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin. Haka Auto merupakan jaringan yang berada di bawah naungan Kalla Group, perusahaan yang selama ini identik dengan bisnis Toyota melalui Kalla Toyota di kawasan Indonesia Timur.
Kehadiran Denza D9 di tengah pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional dinilai cukup menyita perhatian masyarakat. Menurut Hariyadi Kaimuddin, model ini menjadi opsi baru yang segar bagi para peminat MPV premium di tanah air.
Faktor kenyamanan khas mobil kelas atas dengan penawaran harga yang jauh lebih terjangkau dibanding para pesaingnya menjadi alasan utama konsumen menyambut baik Denza D9. Fitur canggih yang disematkan di dalamnya juga menjadi magnet penarik minat pembeli.
“Ya kan memang dia (Denza D9) memberikan opsi lah ya. Pada saat itu muncul barang, MPV premium dengan harga yang sangat affordable, jadi memang cukup disambut dengan baik, karena harganya itu cukup jauh ya dengan fitur-fitur yang bahkan lebih advance kan,” kata Hariyadi di Jakarta (25/5/2026).
Fasilitas penunjang kenyamanan di dalam kabin dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya untuk penggunaan di wilayah perkotaan yang padat.
“Ada kursi pijat, ada kulkasnya, pemanasnya segala macam itu, yang enggak umum ya. Dan lagi yang sangat dibutuhkan, apalagi orang-orang di Jakarta kan, itu yang dibutuhkan,” ujarnya.
Potensi Pasar Segmen MPV Premium
Hingga saat ini, tingkat penjualan Denza D9 dilaporkan masih berada dalam posisi yang kuat. Segmen MPV premium pun diyakini akan tetap memegang porsi pasar terbesar di Indonesia untuk masa-masa mendatang.
“Makanya memang disambut dengan sangat baik sampai sekarang. Jualannya juga masih cukup bagus,” kata Hariyadi.
Minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan berukuran besar dengan kabin lapang diprediksi tidak akan luntur, meskipun nantinya akan ada model-model baru dari kategori lain yang masuk ke pasar domestik.
“Sebenarnya kan memang banyak orang Indonesia (minat), ya segmen ini paling besar. Meskipun nanti mungkin B8 atau B5 launching, ya tetap segmen (MPV) ini rasanya lebih banyak,” ujarnya.