Pemilik kendaraan Subaru di Indonesia cenderung mempertahankan mobil mereka dalam jangka waktu lama sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian unit baru. Durabilitas produk dan karakter khas menjadi alasan utama konsumen menggunakan mobil asal Jepang tersebut hingga rentang waktu sepuluh tahun.
Executive General Manager Subaru Indonesia, Adrian Quintano, menjelaskan bahwa perilaku konsumen ini menunjukkan konsistensi penggunaan kendaraan yang cukup panjang. Hal ini berdampak pada masih banyaknya populasi model lama yang beroperasi di jalanan tanah air, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
"Mereka itu rata-rata menggunakan mobil cukup lama antara 5-10 tahun dan kalau kita lihat masih banyak Subaru yang lama-lama itu beredar di jalan," ujar Adrian Quintano, Executive General Manager Subaru Indonesia.
Adrian menambahkan bahwa ketahanan fisik kendaraan tersebut memiliki kaitan erat dengan tingkat kesetiaan pelanggan. Fenomena pembelian ulang atau repurchase sering terjadi ketika pemilik lama memutuskan untuk mengganti kendaraan mereka dengan model terbaru dari merek yang sama.
"Yang sudah beli satu Subaru, rata-rata beli lagi. Tingkat repurchase-nya itu cukup tinggi," katanya.
Meskipun pendataan spesifik mengenai angka pembelian ulang di pasar domestik masih dalam tahap pengecekan, Adrian memberikan gambaran melalui performa pasar global. Di Amerika Serikat, merek ini mencatatkan angka kesetiaan pelanggan yang signifikan dibandingkan dengan kompetitor di kelasnya.
"Di Indonesia kita belum ngecek berapa banyak, tapi kalau kita lihat di Amerika itu tingkat repurchase-nya Subaru itu 62%. Jadi dari 10 yang beli, enamnya beli lagi," jelas Adrian.
Karakteristik produk yang tidak bersifat musiman menjadi faktor pendukung mengapa performa dan rasa aman kendaraan ini tetap terjaga selama bertahun-tahun. Sejarah panjang merek ini di Indonesia dimulai sejak 1972 sebelum akhirnya kini dikelola secara serius oleh PT Plaza Auto Mega sebagai agen pemegang merek.