Kunjungan Wisatawan ke Badung Capai 1,5 Juta Orang Awal 2026

Kunjungan Wisatawan ke Badung Capai 1,5 Juta Orang Awal 2026

Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Badung, Bali, menunjukkan tren positif dengan menembus angka 1,5 juta orang pada triwulan pertama tahun 2026. Capaian ini mencatatkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Data statistik menunjukkan adanya selisih peningkatan sekitar 16 ribu orang pada awal tahun ini. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan kunjungan wisatawan di wilayah tersebut telah terjadi secara konsisten dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menyampaikan rincian pertumbuhan tersebut pada Senin (11/5). Ia membandingkan data kunjungan saat ini dengan pencapaian tahun lalu yang berada di angka 1,4 juta lebih wisatawan.

"Pada triwulan pertama tahun 2026 ini jumlah kunjungan mencapai 1,5 juta lebih, sementara tahun lalu di periode yang sama ada di angka 1,4 juta lebih. Sesuai data statistik Provinsi Bali, ada kenaikan jumlah kunjungan sekitar 16 ribu orang lebih pada awal tahun ini," kata I Wayan Adi Arnawa, Bupati Badung.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga tren kenaikan ini demi stabilitas ekonomi dan daya tarik investasi di sektor pariwisata. Adi Arnawa menegaskan bahwa kondisi pertumbuhan di awal tahun tersebut harus dipertahankan secara berkelanjutan.

"Tahun 2026 jumlah kunjungan di awal tahun tercatat terus meningkat, jadi kondisi ini benar-benar harus kita pertahankan. Kita jaga terus karena perkembangan pariwisata ini menunjang perekonomian daerah dan menarik minat para penanam modal untuk berinvestasi," ujar Adi Arnawa.

Guna menjaga citra destinasi, pelaku usaha pariwisata diminta untuk memperkuat komitmen dalam menangani persoalan sampah dan kemacetan lalu lintas. Hal ini dianggap krusial agar Badung tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Saya minta pelaku pariwisata ikut andil dalam pengolahan sampah karena 41% sumber sampah itu berasal dari hotel dan restoran. Kita harus benar-benar menjaga kawasan destinasi kita dari ancaman sampah agar wisatawan tetap melirik Badung," beber Adi Arnawa.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Badung mulai mengalihkan fokus promosi ke wilayah utara melalui pengembangan agrowisata dan desa wisata. Strategi ini dilakukan untuk menciptakan pemerataan kunjungan agar tidak terjadi penumpukan wisatawan di wilayah selatan saja.

"Kita mulai kenalkan wilayah utara sebagai destinasi agrowisata dan mempromosikan kembali sejumlah desa wisata di sana. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi semua pemangku kepentingan untuk bersinergi mendorong kemajuan sektor ini," ungkap Anak Agung Putri Mas Agung, Kepala Dinas Pariwisata Badung.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia dan perbaikan kualitas daya tarik wisata dilakukan secara berkelanjutan untuk mewujudkan pariwisata berkualitas. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan utama budaya lokal terletak pada pengembangan desa wisata.

"Kami percaya pariwisata berkualitas itu akarnya ada di desa sehingga desa wisata bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi menjadi kekuatan utama budaya lokal. Lewat berbagai agenda acara dan promosi, kami harap jumlah kunjungan tahun ini bisa melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya," jelas Putri Mas Agung.

Data Kunjungan Wisatawan Tahunan di Badung
TahunJumlah Wisatawan
20246,3 Juta
20257,1 Juta
2026 (Triwulan I)1,5 Juta

Artikel terkait

Rekomendasi