Kunjungan Wisatawan ke Banyuwangi Melonjak hingga Kamar Hotel Penuh

Kunjungan Wisatawan ke Banyuwangi Melonjak hingga Kamar Hotel Penuh

Tingkat keterisian kamar di berbagai akomodasi Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, nyaris menyentuh angka 100 persen. Lonjakan drastis ini dipicu oleh kedatangan puluhan ribu pelancong selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada 14-17 Mei 2026.

Seperti dikutip dari Detik Travel, tercatat sebanyak 52.478 wisatawan berkunjung ke Banyuwangi selama momentum tersebut. Arus kedatangan pelancong terjadi secara merata, mulai dari kawasan perkotaan hingga destinasi favorit di sekitar pantai dan pegunungan.

Kondisi ini membuat banyak hotel berstatus penuh karena menerima tamu yang datang silih berganti dari pagi hingga malam. Tingginya animo tersebut dirasakan langsung oleh pelaku industri perhotelan di daerah ujung timur Pulau Jawa ini.

General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristanti, menjelaskan bahwa lonjakan okupansi ini menjadi sinyal yang sangat positif bagi industri hospitality di Banyuwangi.

“Lonjakan drastis pada angka keterisian kamar ini menjadi cerminan dari tingginya loyalitas dan kepercayaan para tamu terhadap kualitas pelayanan serta fasilitas yang kami suguhkan,” ujar Weni, Minggu (17/5/2026).

Penuhnya penginapan konvensional ternyata membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Rumah singgah atau homestay milik warga menjadi alternatif utama bagi wisatawan yang kehabisan kamar hotel atau mendambakan pengalaman menginap dekat dengan kehidupan lokal.

Sejumlah pengelola rumah singgah mengaku pesanan kamar sudah melonjak tajam sebelum masa liburan dimulai. Salah satunya dirasakan oleh pemilik Calliandra Homestay, Arin Septianingrum.

"Banyak wisatawan melakukan pemesanan lebih awal untuk menghindari kehabisan tempat menginap," ujarnya.

Fenomena ini dinilai berkaitan erat dengan program "Homestay Naik Kelas" yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir. Program tersebut berfokus pada pembenahan fasilitas dan standardisasi pelayanan akomodasi milik warga.

Berkat peningkatan mutu ini, rumah singgah lokal kini mampu bersaing dengan penginapan komersial. Keberadaannya tidak hanya mengurai kepadatan hotel, tetapi juga menyebarkan dampak ekonomi pariwisata langsung ke perumahan warga.

Kombinasi daya tarik alam, kemudahan aksesibilitas, serta agenda wisata yang konsisten menjadi faktor utama tingginya minat kunjungan. Pemerintah daerah setempat meminta momentum ini diimbangi dengan konsistensi pelayanan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, mengapresiasi pilihan para pelancong dan mengingatkan para pelaku industri untuk tetap menjaga standar mutu.

“Kami sangat mengapresiasi dan menghaturkan rasa terima kasih atas mandat yang diberikan para wisatawan dengan menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi utama mereka. Komitmen kami adalah terus memoles mutu pariwisata daerah agar setiap kunjungan meninggalkan kesan yang mendalam,” kata Hartono.

Artikel terkait

Rekomendasi