Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Korea Selatan Cetak Rekor Tertinggi

Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Korea Selatan Cetak Rekor Tertinggi

Arus kunjungan turis global menuju Korea Selatan kian melonjak secara signifikan, termasuk pergerakan pelancong asal Indonesia. Berdasarkan data Korea Tourism Organization (KTO), Indonesia berhasil menembus peringkat sepuluh besar sebagai negara penyumbang wisatawan terbanyak ke Negeri Ginseng.

Sementara untuk skala Asia Tenggara, Indonesia mengamankan posisi keempat. Fakta tingginya antusiasme ini dilansir dari Detik Travel melalui pemaparan resmi pihak otoritas pariwisata terkait.

"Sebenarnya pasar Indonesia di mata Korea sendiri itu juga cukup besar, paling besar malahan. Kita masuk ke dalam top ten di dunia, kita di posisi ke sembilan ya," kata PR & Media Executive KTO Jakarta Office, Novi Nursyahbani, dalam agenda kolaborasi KTO dengan Buttonscarves di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

"Di ASEAN kita itu masuk ke posisi empat, kita cuma kala dari Filipina, Vietnam, Singapura, dan kemudian yang terakhir Indonesia," ia menambahkan.

Sepanjang tahun lalu, performa kunjungan pelancong Indonesia mencatatkan angka mencapai 365.596 orang. Jumlah tersebut merepresentasikan pertumbuhan sebesar 9% jika dikomparasikan dengan periode tahun 2024.

"Itu merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah, jadi sebelum-sebelumnya kita tuh cuma sekitar 200-an ribu tapi sekarang sudah mencapai 360-an ribu," jelasnya.

Aksesibilitas penerbangan menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan masif ini. Saat ini, pilihan maskapai yang menyediakan rute penerbangan langsung (direct flight) dari Indonesia menuju Korea Selatan semakin bervariasi.

Beberapa penyedia layanan penerbangan tersebut meliputi Garuda Indonesia, Korean Air, Jeju Air, Air Busan, hingga maskapai terbaru T'way Air.

Destinasi wisata di Korea Selatan kini kian adaptif terhadap kebutuhan wisatawan Muslim. Pelancong tidak lagi kesulitan menemukan tempat peribadahan maupun ragam kuliner yang terjamin kehalalannya di berbagai kota.

"KTO sendiri itu mereka punya klasifikasi untuk menentukan wisata ini adalah wisata ramah Muslim atau tidak. Jadi kalau dari KTO sendiri mereka mengeluarkan empat sertifikasi yang mana sertifikasi ini untuk mengelompokkan restoran-restoran yang ada di Korea," ungkapnya.

Setiap tempat makan yang memenuhi kriteria akan memasang logo penanda khusus. Salah satunya adalah label Halal Certified yang diterbitkan secara resmi oleh Federasi Muslim Korea, serta Self Certified selaku standarisasi tingkat dua dari pemilik usaha.

"Kemudian ada Muslim Friendly, dalam restoran tersebut beberapa makanannya halal tapi dia juga mungkin masih menjual alkohol, makanya disebut Muslim Friendly. Kemudian yang Pork Free, ini yang level paling bawahnya, jadi sebetulnya restoran tersebut menjual berbagai macam makanan tapi yang paling penting menu utamanya adalah bukan menu makanan haram," lanjut Novi.

Infrastruktur penunjang ibadah juga telah diintegrasikan ke dalam pusat perbelanjaan modern untuk mempermudah pelancong. Sejumlah masjid besar yang tersebar di wilayah urban meliputi Seoul Central Mosque di Seoul, Masjid Al-Fatih di Busan, serta Masjid Gwangju.

"Kemudian juga kalau misalnya teman-teman mau ke Lotte World, mau ke COEX juga sekarang sudah tersedia ruang ibadah yang fasilitasnya mumpuni gitu ya," lengkap Novi.

Artikel terkait

Rekomendasi