Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 4,68 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,24 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, seperti dilansir dari Detik Finance.
Lonjakan arus turis asing yang masuk ke tanah air dipaparkan langsung oleh pihak otoritas statistik dalam laporan berkala mereka. Rekor kunjungan dalam empat bulan pertama ini menjadi catatan performa terbaik sektor pariwisata domestik dalam beberapa tahun terakhir.
"Capaian kunjungan Wisman Januari hingga April 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020," ujar Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).
Secara spesifik pada April 2026, kedatangan pelancong internasional dibukukan sebanyak 1,25 juta kunjungan atau meningkat 7,22 persen secara tahunan. Pintu masuk utama mendominasi jalur kedatangan dengan memproses 1.080.082 kunjungan, sementara pos perbatasan mencatat 168.569 kunjungan.
"Dengan demikian, secara total jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 1,25 juta atau naik 14,75% secara bulanan sedangkan secara tahunan naik 7,22%," tambah Pudji.
Berdasarkan data asal negara, Malaysia memimpin porsi pasar terbesar pada April 2026 dengan kontribusi 16,65 persen. Posisi selanjutnya diikuti oleh Australia sebesar 12,65 persen, China 10,73 persen, Singapura 8,92 persen, dan Timor Leste dengan andil 6,04 persen.
Akselerasi kedatangan warga asing terdeteksi kuat dari paspor Malaysia, Australia, serta China, baik dalam perbandingan bulanan maupun tahunan. Bandara Ngurah Rai di Bali menjadi titik pelintasan utama yang paling padat dilewati oleh para turis asing tersebut.
"Kunjungan ini didominasi oleh wisatawan pemegang paspor Australia. Peningkatan jumlah wisatawan didorong oleh adanya libur di Australia dan spring holiday di Prancis," tambahnya.