Lebaran Depok 2026 Targetkan Masuk Karisma Event Nusantara

Lebaran Depok 2026 Targetkan Masuk Karisma Event Nusantara

Pemerintah Kota Depok menyelenggarakan festival budaya Lebaran Depok 2026 di Alun-Alun Timur Grand Depok City pada Kamis, 7 Mei 2026, guna melestarikan tradisi lokal sekaligus menargetkan pengakuan nasional. Gelaran tahun ketujuh ini berambisi menembus daftar Karisma Event Nusantara (KEN) di bawah Kemenparekraf, seperti dilansir dari Detik Travel.

Perayaan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB tersebut menarik antusiasme tinggi dari masyarakat melalui berbagai atraksi budaya autentik. Kegiatan utama yang menjadi sorotan pengunjung meliputi tradisi Motong Kebo Andil dan Nyedengin Baju yang kental dengan nuansa nostalgia era 1970-an.

Ketua Acara Lebaran Depok 2026, Hamzah, menjelaskan bahwa tradisi potong kerbau andil merupakan bentuk gotong royong warga untuk menikmati daging setahun sekali. Sistem ini melibatkan puluhan orang yang mengumpulkan uang sejak lama demi membeli hewan ternak tersebut.

"Potong Andilan Kebo, motong andil kebo. Jadi orang dulu kalau pengen makan daging setahun sekali di Lebaran itu, ya patungan. Ada 20 orang, 30 orang, dan patungannya bukan seminggu sebelum Lebaran, tapi setahun. Itu namanya Arisan Andilan," ujar Hamzah, Ketua Acara Lebaran Depok 2026.

Proses pengumpulan dana dilakukan secara bertahap dalam jumlah kecil hingga mencapai kesepakatan harga satu ekor kerbau. Setelah target tercapai, hewan tersebut disembelih dan diolah untuk dinikmati bersama oleh seluruh peserta arisan.

"Selama setahun itu nyicil, yang 5 perak, yang 10 perak, sampai batas angka yang disepakati untuk 30 orang beli kebo ini berapa jumlahnya. Nah, jadi kita potong besok, kita masak, dan kita makan bersama-sama," tambah Hamzah, Ketua Acara Lebaran Depok 2026.

Hamzah juga memaparkan filosofi di balik penggunaan pakaian adat lama atau Nyedengin Baju yang menjadi bagian dari rangkaian festival. Tradisi ini merujuk pada gaya berbusana khas warga Depok pada masa lampau saat merayakan hari raya.

"Termasuk pakai baju jadulan. Kenapa makna itu? Jadi tahun 70-an itu orang-orang Depok kalau Lebaran biasanya pakai bajunya cutbray, baju-baju jadul. Besok kita jadulan namanya, dan sekalian," jelas Hamzah, Ketua Acara Lebaran Depok 2026.

Wali Kota Depok, Supian Suri, menyatakan bahwa festival ini mengusung semangat kebersamaan untuk mencintai kota melalui pelestarian kebiasaan lama. Ia menekankan pentingnya menjaga warisan budaya seperti mode pakaian tahun 70-an agar tetap dikenal generasi sekarang.

"Semangatnya adalah 'Depok Rumah Kita'. Kita cintai kota ini, dan kita lestarikan budaya serta kebiasaan yang biasanya orang-orang kita dulu laksanakan, salah satunya fesyen era 70-an," ungkap Supian Suri, Wali Kota Depok.

Pemerintah setempat sedang melakukan koordinasi intensif guna memastikan Lebaran Depok dapat diakui sebagai agenda pariwisata berskala nasional pada tahun-tahun mendatang. Supian berharap dukungan masyarakat terus menguat agar kegiatan ini masuk dalam kalender wisata resmi.

"Insyaallah setelah kebersamaan warga ini terbangun, kita akan masuk ke nasional, termasuk tadi Karisma Event Nusantara. Kita berharap ini menjadi kalender wisata. Tahun depan menjadi tahun kedelapan, kita kuatkan barisannya dulu dan kompak dengan masyarakat," tambah Supian Suri, Wali Kota Depok.

Dukungan terhadap peningkatan skala acara ini juga disuarakan oleh pihak legislatif yang mengapresiasi keterlibatan pelaku UMKM dalam festival. Anggota DPRD Kota Depok, Qonita Lutfiyah, menilai acara ini efektif dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah modernisasi.

"Saya men-support penuh, ini bagian dari pelestarian budaya. Harapan saya, dari tahun ke tahun acara Lebaran Depok ini makin meriah dan memberikan manfaat, terutama jika kita lihat antusiasme UMKM-nya," ujar Qonita Lutfiyah, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PPP.

Lebih lanjut, Qonita menekankan bahwa elemen-elemen tradisional yang sudah diwariskan secara turun-temurun harus tetap dipertahankan sebagai inti dari acara tersebut. Pengembangan dan inovasi kedepannya diharapkan tidak menghilangkan pakem asli dari ritual-ritual adat yang ada.

"Runtutan kegiatannya seperti rantangan, ngepasin baju (nyedengin baju), dan lain sebagainya itu tidak boleh hilang. Tinggal kita improvisasi pengembangannya saja agar UMKM dan antusiasme masyarakat lebih meningkat lagi," pungkas Qonita Lutfiyah, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PPP.

Selain prosesi adat utama, Lebaran Depok 2026 juga dimeriahkan oleh kesenian Gambang Kromong, Lomba Hias Tumpeng, serta bazar produk lokal. Supian Suri turut membuka ruang diskusi untuk menanggapi usulan warga terkait kemungkinan penyelenggaraan acara serupa di wilayah kecamatan lain.

Artikel terkait

Rekomendasi