Pemerintah Kota Depok menyelenggarakan festival budaya Lebaran Depok 2026 di Alun-Alun Timur Grand Depok City hingga 9 Mei 2026 sebagai upaya melestarikan tradisi lokal sekaligus menargetkan masuk dalam kalender wisata nasional. Acara tahunan ini menonjolkan ritual autentik seperti potong kerbau andil dan busana era 1970-an, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Ketua Acara Lebaran Depok, Hamzah, menjelaskan bahwa salah satu daya tarik utama adalah tradisi filantropi warga masa lampau dalam mendapatkan daging menjelang hari raya.
"Potong Andilan Kebo, motong andil kebo. Jadi orang dulu kalau pengen makan daging setahun sekali di Lebaran itu, ya patungan. Ada 20 orang, 30 orang, dan patungannya bukan seminggu sebelum Lebaran, tapi setahun! Itu namanya Arisan Andilan," ujar Hamzah.
Metode pengumpulan dana dilakukan dengan mencicil uang dalam nominal kecil selama satu tahun penuh hingga mencapai harga kesepakatan untuk membeli seekor kerbau.
"Selama setahun itu nyicil, yang 5 perak, yang 10 perak, sampai batas angka yang disepakati untuk 30 orang beli kebo ini berapa jumlahnya. Nah, jadi kita potong besok, kita masak, dan kita makan bersama-sama," tambah Hamzah.
Hamzah juga memaparkan makna di balik penggunaan pakaian bertema masa lalu yang menjadi bagian dari identitas perayaan tersebut.
"termasuk pakai baju jadulan. Kenapa makna itu? Jadi tahun 70-an itu orang-orang Depok kalau Lebaran biasanya pakai bajunya cutbray, baju-baju jadul. Besok kita jadulan namanya, dan sekalian," jelas Hamzah.
Tokoh masyarakat sekaligus perwakilan pemerintah Depok, Supian Suri, menyatakan bahwa kegiatan ini mengusung semangat kebersamaan untuk mencintai identitas kota.
"Semangatnya adalah 'Depok Rumah Kita'. Kita cintai kota ini, dan kita lestarikan budaya serta kebiasaan yang biasanya orang-orang kita dulu laksanakan, salah satunya fesyen era 70-an," ungkap Supian.
Pemerintah setempat saat ini sedang berupaya agar Lebaran Depok yang telah memasuki tahun ketujuh dapat diakui dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
"Insyaallah setelah kebersamaan warga ini terbangun, kita akan masuk ke nasional, termasuk tadi Karisma Event Nusantara. Kita berharap ini menjadi kalender wisata. Tahun depan menjadi tahun kedelapan, kita kuatkan barisannya dulu dan kompak dengan masyarakat," tambah Supian.
Dukungan terhadap keberlanjutan acara ini juga disuarakan oleh Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PPP, Ijaz Konita Lutfia, yang menyoroti dampak positif bagi sektor ekonomi kreatif.
"Saya men-support penuh, ini bagian dari pelestarian budaya. Harapan saya, dari tahun ke tahun acara Lebaran Depok ini makin meriah dan memberikan manfaat, terutama jika kita lihat antusiasme UMKM-nya," ujar Ijaz Konita.
Legislator tersebut mengingatkan agar struktur inti dari tradisi turun-temurun tidak tergerus oleh modernitas kemasan acara.
"Runtutan kegiatannya seperti rantangan, ngepasin baju (nyedengin baju), dan lain sebagainya itu tidak boleh hilang. Tinggal kita improvisasi pengembangannya saja agar UMKM dan antusiasme masyarakat lebih meningkat lagi," pungkas Ijaz Konita.