Pemilik hak komersial MotoGP, Liberty Media, tengah berupaya memperkuat eksistensi kejuaraan balap motor tersebut di pasar Amerika Serikat. Miami kini muncul sebagai kandidat kuat untuk menyelenggarakan seri kedua di Negeri Paman Sam tersebut, dilansir dari Otomotif.
Ekspansi di Amerika Serikat telah menjadi fokus utama pertumbuhan bagi ajang balap motor paling prestisius di dunia ini. Rencana untuk menambah jumlah balapan di wilayah tersebut bahkan sudah muncul sebelum proses akuisisi oleh Liberty rampung pada tahun lalu.
Sebagai kilas balik, MotoGP pernah memiliki tiga agenda balapan di Amerika Serikat pada musim 2013. Namun, selama lebih dari satu dekade terakhir, Circuit of the Americas (COTA) yang berlokasi di Texas menjadi satu-satunya lintasan yang mewakili Amerika dalam kalender kompetisi.
Strategi Liberty Media kali ini mengacu pada keberhasilan Formula 1 yang mengalami lonjakan popularitas signifikan di bawah manajemen mereka. Pendekatan serupa kini mulai diimplementasikan pada ekosistem MotoGP.
CEO Liberty, Derek Chang, mengungkapkan bahwa penggunaan Miami International Autodrome merupakan opsi yang sangat rasional. Lintasan non-permanen yang mengelilingi area Hard Rock Stadium tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai lokasi balapan.
"Kami sudah mengatakan hal ini [sebelumnya] dan akan terus mengatakannya [lagi] bahwa AS merupakan pasar yang penting bagi MotoGP. Oleh karena itu, kami sedang menjajaki semua peluang untuk mengembangkan bisnis kami di sini," ujar Chang, dikutip dari Motorsport.com, Jumat (8/5/2026).
"Ini akan memakan waktu, sama seperti yang terjadi dengan Formula 1, tetapi kami melihat bahwa ada minat dan bahwa akan ada pasar di sini. Kami memang tertarik untuk menambah balapan di AS," kata Chang.
Fokus Infrastruktur dan Keamanan
Lebih lanjut, Chang menyebutkan bahwa ketersediaan infrastruktur menjadi alasan utama mengapa Miami masuk dalam radar prioritas. Meski demikian, penyesuaian terkait standar keselamatan tetap menjadi perhatian utama manajemen sebelum mengambil keputusan final.
"Miami tampaknya menjadi lokasi yang logis karena sudah ada sirkuit di sana. Ada banyak hal yang harus diselesaikan, baik di Miami maupun sirkuit lain, terkait apakah cocok untuk MotoGP, serta masalah keamanan dan persyaratan yang berbeda dari Formula 1, serta pasar mana yang masuk akal dari sudut pandang komersial," ujar Chang.
"Namun, itu adalah pembicaraan yang akan kami lakukan dengan pihak Miami, serta pihak lain, dalam upaya mencari tahu lokasi mana yang tepat untuk ekspansi di AS," kata Chang.
Visi strategis Liberty ke depan bertujuan untuk membawa MotoGP lebih dekat ke pusat keramaian dan pemukiman warga. Hal ini memberikan sinyal kuat bahwa akan ada lebih banyak sirkuit jalan raya atau sirkuit berbasis kota di masa depan.
Transformasi ini telah dimulai dengan kebijakan penghapusan Phillip Island dari kalender balap, yang kemudian digantikan oleh sirkuit jalan raya di Adelaide mulai musim depan.
"Dalam kalender MotoGP, saya rasa tujuan kami adalah untuk mendekatkan beberapa balapan ini ke kota-kota di mana kami dapat memanfaatkan infrastruktur yang ada, baik itu bandara dan transportasi jarak jauh, baik untuk kami sendiri maupun untuk para penggemar yang datang dari luar negeri, serta hotel, restoran, dan kemudahan akses," ujarnya.
"Anda bisa melihat hal ini pada balapan yang kami umumkan untuk tahun depan, baik di Buenos Aires maupun Adelaide. Jadi, kami sudah mulai membuat kemajuan dalam hal itu," katanya.
Walaupun mengejar modernisasi, Liberty menegaskan komitmennya untuk tetap menghormati nilai historis yang dimiliki MotoGP. Pihak manajemen memastikan bahwa sirkuit-sirkuit legendaris tidak akan ditinggalkan demi menjaga identitas asli olahraga ini.
"Anda juga tidak ingin ada perubahan besar-besaran pada semua balapan. Kami memiliki warisan panjang di sini berupa balapan di banyak lokasi yang menarik. Sangat masuk akal untuk mempertahankannya di sana," kata Chang.
"Lokasi-lokasi tersebut telah menjadi bagian tetap dalam kalender balapan dan memberikan kontribusi besar bagi olahraga ini serta identitasnya," ujarnya.