PT Mobil Anak Bangsa Siapkan Mikro Bus Listrik 16 Penumpang

PT Mobil Anak Bangsa Siapkan Mikro Bus Listrik 16 Penumpang

PT Mobil Anak Bangsa (MAB) tengah memperluas lini kendaraan ramah lingkungan di Indonesia dengan merencanakan kehadiran mikro bus berbasis baterai atau van listrik untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang.

Langkah strategis ini menandai ekspansi perusahaan yang sebelumnya fokus pada pengembangan bus listrik berukuran besar, sebagaimana dilansir dari Otomotif. Kendaraan baru ini disiapkan untuk menyasar segmen mobilitas komersial berkapasitas sedang.

Rencana ekspansi pabrikan lokal tersebut dikonfirmasi oleh Senior Marketing Manager Communication MAB, Achmad Rofiqi, terkait arah pengembangan model terbaru.

"Kami berencana meluncurkan model penumpang berkapasitas 16 orang seperti HiAce versi EV. Setelah itu, kami juga akan menghadirkan blind van listrik," ujar Achmad Rofiqi, Senior Marketing Manager Communication MAB.

Kendaraan dengan konfigurasi 16 penumpang ini diproyeksikan untuk mengisi ceruk pasar transportasi yang menjanjikan di Indonesia. Segmen tersebut selama ini didominasi oleh penggunaan untuk keperluan jasa travel, angkutan shuttle, hingga pemenuhan armada transportasi pariwisata.

Selain angkutan penumpang, varian blind van yang sedang disiapkan memiliki potensi besar untuk mendukung sektor logistik. Kendaraan ini dinilai cocok untuk distribusi barang di wilayah perkotaan yang membutuhkan efisiensi tinggi.

Fasilitas produksi MAB yang berlokasi di Jawa Tengah akan memegang peranan penuh dalam merakit seluruh rangkaian kendaraan niaga listrik terbaru ini.

"Seluruh model tersebut nantinya akan difokuskan di sana agar tidak saling tumpang tindih. Memang kami fokuskan fasilitas di Jawa Tengah, tepatnya di Demak, khusus untuk produksi bus dan kendaraan niaga lainnya," kata Achmad Rofiqi.

Pengembangan ini sejalan dengan tren pelaku usaha yang mulai beralih ke kendaraan listrik demi menekan biaya operasional harian. Sektor komersial berbasis baterai ini juga dinilai berkontribusi langsung pada penurunan emisi karbon di industri transportasi perkotaan.

Artikel terkait

Rekomendasi