Macet Lenteng Agung Bebani Sistem Pendingin Mesin Mobil

Macet Lenteng Agung Bebani Sistem Pendingin Mesin Mobil

Kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Lenteng Agung menuju Depok pada Jumat (29/5/2026) memicu risiko beban ekstra pada sistem pendingin mobil. Kondisi jalan yang bermasalah membuat antrean kendaraan mengular panjang dan bergerak tersendat, sebagaimana dilansir dari Otomotif.

Situasi macet berkepanjangan tersebut berpotensi mengganggu performa kendaraan apabila radiator dan komponen pendingin tidak prima. Kurangnya aliran udara alami saat macet menyebabkan radiator bekerja lebih keras dari biasanya.

Risiko peningkatan suhu mesin menjadi lebih tinggi karena minimnya pasokan angin dari laju kendaraan. Direktur PT Autokooling Jaya Nusantara (AJN), Fendy menjelaskan bahwa sirkulasi cairan pendingin menjadi kunci utama dalam meredam panas mesin.

"Ketika mobil terjebak macet dalam waktu lama, mesin berisiko menjadi lebih panas. Radiator berfungsi mendinginkan mesin melalui sirkulasi coolant yang keluar masuk radiator. Saat mobil diam atau berjalan pelan ketika macet, pendinginan hanya mengandalkan kipas motor radiator," kata Fendy, Direktur PT Autokooling Jaya Nusantara (AJN).

Kelalaian dalam mendeteksi kerusakan komponen sering terjadi pada pemilik mobil yang berkendara di rute padat harian. Kerusakan pada satu bagian seperti kipas, pompa air, termostat, atau selang dapat memicu kebocoran sistem.

"Kalau ada salah satu part pada cooling system yang bermasalah, radiator berisiko menjadi panas berlebih dan akhirnya bocor," ujar Fendy.

Penurunan kualitas cairan pendingin yang lama tidak diganti juga memicu timbulnya kerak pada saluran radiator. Oleh karena itu, pengecekan menyeluruh terhadap volume cairan, fungsi kipas, dan selang radiator sangat disarankan untuk mencegah gangguan overheat.

Artikel terkait

Rekomendasi