Kepala Laboratorium Passive Safety Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB), W Aris Munandar, menekankan pentingnya desain material empuk pada bagian belakang jok depan untuk meminimalisasi risiko cedera penumpang belakang saat kecelakaan di Bekasi, Jawa Barat.
Komponen interior kendaraan seperti area belakang sandaran kursi depan dan sandaran kepala dirancang khusus agar tidak mencederai penumpang yang duduk di baris kedua. Dilansir dari Otomotif, pemilihan material yang lunak bertujuan agar tubuh penumpang tidak mengalami benturan keras layaknya menabrak dinding saat mobil terhenti mendadak.
Keberadaan komponen yang tepat guna ini juga ditemukan pada kabin kendaraan listrik seperti Aletra L8 EV 8-Seater yang menggunakan kulit sintetis dan headrest di setiap kursi. Aris Munandar memberikan penegasan mengenai standar keamanan material tersebut agar fungsional bagi keselamatan.
"Kalau bagian ini (bagian belakang jok depan) keras, penumpang bisa seperti membentur tembok dan berpotensi menimbulkan cedera. Karena itu, materialnya harus empuk, termasuk bagian belakang sandaran kursi depan," ujar Aris.
Desain tersebut memiliki fungsi krusial sebagai perlindungan tambahan ketika kendaraan menerima dampak tabrakan dari arah depan secara tiba-tiba. Aris menambahkan bahwa pergerakan tubuh manusia akan merespons gaya benturan tersebut secara signifikan ke arah depan.
"Ketika mobil ditabrak dari depan, tubuh penumpang belakang akan terdorong ke depan. Karena itu, bagian belakang kursi depan harus empuk," kata Aris.
Meskipun bagian permukaan belakang harus empuk, struktur inti dari jok depan tetap diwajibkan memiliki kekuatan yang kokoh. Hal ini diperlukan supaya kursi sanggup menahan beban pengemudi maupun penumpang depan agar tidak roboh atau terdorong ke belakang saat terjadi benturan keras.
Secara keseluruhan, sandaran kepala atau headrest menjadi elemen vital yang berfungsi menstabilkan posisi kepala dan leher penumpang. Komponen ini bekerja menahan pergerakan ekstrem untuk mencegah cedera leher yang serius, baik pada situasi benturan dari arah depan maupun belakang.