Menteri Kebudayaan Dorong Pemanfaatan Cagar Budaya untuk Ekonomi

Menteri Kebudayaan Dorong Pemanfaatan Cagar Budaya untuk Ekonomi

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong optimalisasi pemanfaatan cagar budaya nasional sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat pada Selasa (19/5/2026). Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan infrastruktur penunjang dan tata kelola kawasan yang maksimal di sekitar situs sejarah.

Pelestarian warisan budaya menurutnya tidak boleh berhenti pada penetapan status semata, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian lokal. Penegasan mengenai pentingnya menghidupkan situs sejarah ini dilansir dari Detik Travel.

"Jangan itu menjadi barang mati, tapi harus hidup. Dimanfaatkan menjadi wisata budaya, wisata religi, menjadi ekonomi budaya," ujar Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.

Kawasan Candi Borobudur pada periode 1973–1983 menjadi contoh penataan yang berhasil mengubah kondisi berantakan menjadi destinasi wisata kelas dunia. Upaya revitalisasi tersebut terbukti meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan efek domino positif bagi UMKM setempat, hal yang juga terjadi di Candi Prambanan.

Pengembangan cagar budaya diharapkan tidak hanya terbatas pada wisata sejarah dan religi. Pengelola dapat memperluas fungsi situs menjadi ruang kreatif yang menyelenggarakan kegiatan sport tourism, festival seni musik, serta agenda budaya tematik.

Kerapian dan tata ruang pada bangunan bersejarah seperti masjid, gereja, atau situs lainnya secara otomatis akan membuka peluang usaha baru bagi pelaku kuliner dan suvenir. Selain candi, potensi besar sebagai pendorong ekonomi lokal juga terlihat dari makam para wali, termasuk Wali Songo.

Peningkatan infrastruktur dan tata kelola makam bersejarah di Indonesia dipicu oleh perbandingan dengan beberapa negara lain yang mengenakan biaya masuk seperti di Pantheon. Pelaku UMKM lokal kemudian disarankan untuk menyertakan label warisan budaya takbenda pada produk kuliner, kerajinan, hingga seni pertunjukan.

"Kita makan warisan budaya tak benda, ada nilai tambahnya. Nilai jualnya pun lebih bagus," ungkap Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.

Pemberian identitas tersebut dinilai bukan sekadar label pengenal, melainkan pembawa cerita yang mampu meningkatkan nilai jual produk. Narasi yang kuat di balik sebuah produk dapat menjadi komoditas untuk menarik minat beli wisatawan.

"Cerita juga sebuah komoditas," tegas Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.

Artikel terkait

Rekomendasi