Menteri Kehutanan Buka Indofest 2026 dan Luncurkan Platform Ayo ke Taman Nasional

Menteri Kehutanan Buka Indofest 2026 dan Luncurkan Platform Ayo ke Taman Nasional

Aktivitas luar ruang kini telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup yang kian digemari oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Tren positif ini terlihat dari grafik kunjungan ke taman nasional di berbagai wilayah Indonesia yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni secara resmi membuka pameran Indonesia Outdoor Festival (Indofest) 2026 di Hall B JICC Senayan, Jakarta, dikutip dari Suara. Langkah ini menjadi momentum penting untuk mengapresiasi tingginya minat generasi muda dalam berinteraksi langsung dengan alam.

"Kunjungan ke taman nasional selalu naik setiap tahunnya. Ini menunjukkan tren yang menggembirakan bahwa anak-anak kita tidak hanya bermain handphone di kamar masing-masing, tetapi outdoor activities telah menjadi sebuah hal yang bersifat mainstream," ujar Raja Juli Antoni saat membuka Indonesia Outdoor Festival (Indofest) 2026 di Hall B JICC Senayan, Jakarta, Kamis (4/6).

Penyelenggaraan festival outdoor terbesar di Asia Tenggara ini telah memasuki usia satu dekade sejak pertama kali digelar pada 2016. Ajang ini tidak hanya memamerkan perlengkapan petualangan, tetapi juga berfungsi sebagai ruang kolaborasi bagi komunitas, pelaku industri, dan pencinta alam.

Project Director Indofest 2026, Niken Saraswati Ratnaningtyas, menjelaskan bahwa Generasi Z secara global memiliki keterikatan yang kuat terhadap aktivitas di alam bebas. Karakteristik alam dan iklim di Indonesia turut mendukung keragaman aktivitas luar ruang sehingga semakin mudah diakses masyarakat.

"Secara global, generasi Z menjadi salah satu kelompok yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap aktivitas outdoor. Fenomena yang sama juga terlihat di Indonesia. Aktivitas luar ruang semakin diminati karena mudah diakses, beragam, dan sesuai dengan kondisi alam serta iklim Indonesia," ujarnya.

Merespons tingginya angka kunjungan, Kementerian Kehutanan melakukan percepatan digitalisasi sistem demi meningkatkan kenyamanan para wisatawan. Upaya ini dilakukan untuk membenahi tata kelola layanan kunjungan yang sebelumnya masih bersifat konvensional.

"Sistem ticketing-nya juga masih sistem sobek. Saya merasa bahwa ini tidak efektif, tidak efisien, sekaligus tidak transparan dan tidak akuntabel," katanya.

Sebagai bentuk pembenahan, pemerintah meluncurkan platform digital terpadu bernama Ayo ke Taman Nasional dalam rangkaian pembukaan festival. Saat ini, proses digitalisasi pelayanan tersebut telah diterapkan di sekitar 93 persen taman nasional di Indonesia.

"Kalau dulu mau ke Komodo ada aplikasinya sendiri, ke Rinjani ada sendiri, ke Gunung Gede Pangrango ada sendiri. Sekarang kami mencoba melakukan transformasi digital sehingga masyarakat memiliki satu platform yang lebih sederhana," ujar Raja Juli.

Satu Dekade Perjalanan Ekosistem Outdoor

Festival yang berlangsung pada 4–7 Juni 2026 ini merekam perjalanan panjang dalam membangun ekosistem petualangan di tanah air. Sinergi antara produsen perlengkapan, komunitas, dan jajaran pemerintah menjadi kunci utama keberlanjutan acara ini.

"Perjalanan 10 tahun Indofest tidaklah mudah. Tantangan terbesar adalah menyatukan produsen, pelaku industri outdoor, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memiliki visi dan tujuan yang sama," ujar Chief Executive Officer COS Event, Disyon Toba.

Sebanyak 80 merek perlengkapan luar ruang ikut serta dalam pameran tahun ini, dengan porsi produk lokal mencapai 80 persen. Pihak penyelenggara turut menghadirkan mini museum perjalanan festival, program sosial pengumpulan pakaian layak pakai, sesi edukasi komunitas, hingga panggung hiburan yang diisi oleh Fiersa Besari, Mocca, Ten 2 Five, serta Souljah.

Artikel terkait

Rekomendasi