Pasar mobil bekas di Indonesia menempatkan Honda Brio bekas sebagai salah satu model kendaraan kota yang tetap memiliki banyak peminat. Seperti dilansir dari Medcom, kendaraan kompak ini terus dicari oleh para konsumen yang memerlukan moda transportasi harian yang efisien.
Daya tarik utama kendaraan ini terletak pada efisiensi konsumsi bahan bakar serta biaya perawatan berkala yang relatif ramah di kantong. Tampilan eksterior yang bernuansa sporty membuat generasi awal dari model ini pun masih dilirik di bursa mobil bekas.
Kendaraan perkotaan ini terbagi menjadi dua varian utama di pasaran, yaitu lini Satya yang mengisi segmen LCGC. Sementara itu, varian RS hadir untuk mengisi segmen non-LCGC dengan kelengkapan fitur yang lebih melimpah.
Sektor dapur pacu ditenagai oleh mesin 1.2L i-VTEC 4-silinder berkapasitas 1.199 cc yang mampu memproduksi daya maksimal 90 PS pada 6.000 rpm serta torsi puncak mencapai 110 Nm. Konsumsi bahan bakarnya mencatatkan angka rata-rata 14–16 km/liter untuk rute dalam kota dan dapat menyentuh 20 km/liter saat melaju di jalan tol.
Banderol untuk meminang unit bekas kendaraan ini sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor di lapangan. Mulai dari tahun perakitan, jenis varian, kondisi riil mesin, hingga catatan jarak tempuh odometer pemakaian.
Unit generasi awal kini dapat dibawa pulang dengan kisaran anggaran mulai dari Rp90 jutaan. Di sisi lain, untuk unit dengan usia lebih muda seperti keluaran tahun 2020 ke atas, varian Satya dan RS ditawarkan pada rentang Rp150 jutaan hingga Rp200 jutaan.
Berikut adalah daftar taksiran harga untuk unit seken per Mei 2026:
| Model dan Varian | Tahun Produksi | Estimasi Harga |
|---|---|---|
| 2012 | Rp 88 jutaan | 2013 |
| Rp 92 jutaan | 2014 | Rp 109 jutaan |
| 2015 | Rp 110 jutaan | 2016 |
| Rp 117 jutaan | 2018 | Rp 128 jutaan |
| 2020 | Rp 143 jutaan | 2021 |
| Rp 154 jutaan | 2022 | Rp 173 jutaan |
| 2023 | Rp 169 jutaan | 2024 |
| Rp 170 jutaan | 2025 | Rp 235 jutaan |