PT Mitra Patriot mengandalkan dana investor dan sponsorship senilai miliaran rupiah untuk membangun fasilitas utama proyek Wisata Air Kalimalang di Kota Bekasi pada Selasa (19/5/2026).
Langkah pembiayaan non-pemerintah ini diambil agar pengerjaan sarana utama tempat pelesiran tersebut dapat berjalan secara mandiri, seperti dilansir dari Megapolitan.
“Saat ini anggaran yang digunakan bukan dari pemerintah daerah, provinsi, atau pemerintah tingkat pusat. Jadi non-APBD dan non-APBN. Ini murni dari investor plus dari sponsorship,” ujar David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot.
Alokasi dana mandiri ini digunakan demi mendirikan sejumlah sarana pokok bagi pengunjung di area wisata air tersebut.
“Biaya yang dikeluarkan untuk wisata Kalimalang saat ini sekitar Rp 30 miliyar untuk kapal, kontainer, jembatan melengkung, dan beberapa JPO yang sedang dibuat,” kata David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot.
Sponsorship dari perusahaan minuman menjadi salah satu sumber dana pendukung, di mana korporasi tersebut memperoleh hak dagang eksklusif di area tenant.
“Jadi nanti di tenant wisata mereka hanya bisa menjual minuman jenis tertentu,” ujar David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot.
Secara keseluruhan, total anggaran proyek tempat wisata ini mencapai Rp 123 miliar yang bersumber dari CSR serta APBD Kota dan Provinsi.
“Jadi APBD dan APBN ini bukan untuk yang berhubungan langsung dengan wisatanya, tapi untuk perbaikan jembatan,” sambung David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot.
Dukungan finansial dari anggaran pemerintah daerah nantinya tetap dialokasikan khusus guna memperkuat konektivitas serta akses publik di sekitar lokasi.
“Jadi tidak untuk menambah kontainernya, tapi untuk membuat jembatan yang memang untuk kepentingan umum,” kata David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot.
Akibat cuaca ekstrem dan kendala logistik bahan baku impor dari China, jadwal pembukaan tempat pelesiran ini bergeser dari Mei 2026 menjadi Agustus 2026.
“Karena bahan bakunya sebagian besar masih impor dari China, jadi ada kenaikan harga dan pengirimannya tertunda,” ujar David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot.
Pihak pengelola memastikan pengerjaan proyek berjalan profesional demi menghindari potensi mangkrak di kemudian hari.
“Kami juga tidak mau nama Mitra Patriot tercoreng. Investor juga tentunya tidak mungkin mengeluarkan uang puluhan miiliar kalau tidak serius,” ujar David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot.
Kondisi terkini di lokasi memperlihatkan deretan kontainer, jembatan hias, dan jembatan melengkung telah selesai terpasang di bawah Tol Becakayu.