PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) melakukan evaluasi berkala terhadap harga suku cadang dan layanan purnajual untuk merespons fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, seperti dilansir dari Otomotif pada Jumat (22/5/2026).
Langkah peninjauan ini diambil karena biaya bahan baku serta logistik sejumlah komponen kendaraan masih bergantung pada kurs mata uang asing. Meski terjadi tekanan ekonomi, penyesuaian biaya perawatan belum diterapkan secara menyeluruh di seluruh jaringan bengkel resmi.
General Manager Marketing Communication & PR Division MMKSI, Intan Vidiasari menjelaskan bahwa penentuan biaya perawatan kendaraan diserahkan sepenuhnya kepada otoritas masing-masing jaringan diler.
"Untuk biaya servis kendaraan, pada dasarnya mengikuti kebijakan masing-masing diler resmi Mitsubishi Motors, meskipun secara umum harga yang diberikan relatif seragam karena mengacu pada standar layanan dan perawatan resmi Mitsubishi Motors," ujar Intan Vidiasari, General Manager Marketing Communication & PR Division MMKSI.
Guna meminimalkan beban biaya perawatan konsumen di tengah fluktuasi biaya operasional, perusahaan otomotif ini menyediakan opsi program insentif khusus.
"Namun demikian, Mitsubishi Motors juga terus berupaya memberikan kemudahan dan value lebih kepada konsumen melalui berbagai program aftersales, salah satunya Paket Smart," kata Intan Vidiasari, General Manager Marketing Communication & PR Division MMKSI.
Fasilitas penunjang tersebut membebaskan konsumen dari biaya jasa pengoperasian servis dan penggantian beberapa jenis suku cadang hingga jarak tempuh mencapai 50.000 kilometer atau batas waktu empat tahun.
"With adanya program ini, konsumen dapat menikmati biaya perawatan yang lebih hemat, transparan, dan terjamin kualitasnya di bengkel resmi Mitsubishi Motors," ujar Intan Vidiasari, General Manager Marketing Communication & PR Division MMKSI.