Mobil Hybrid Memiliki Nilai Jual Kembali Lebih Stabil Dibanding Kendaraan Listrik

Mobil Hybrid Memiliki Nilai Jual Kembali Lebih Stabil Dibanding Kendaraan Listrik

Nilai jual kembali kendaraan hybrid terbukti jauh lebih kuat dibandingkan dengan mobil listrik murni maupun mobil bermesin bensin konvensional. Fenomena ini terungkap melalui analisis terbaru mengenai tren pasar otomotif di Amerika Serikat yang dikutip dari Suara.

Data dari Carbuzz menunjukkan bahwa kendaraan hybrid rata-rata mampu mempertahankan nilai jual sekitar 65 persen dari harga awal setelah lima tahun penggunaan. Hal tersebut berarti angka penyusutan harga atau depresiasi tipe mobil ini hanya berada di kisaran 35 persen.

Kondisi ini jauh lebih baik daripada mobil bermesin bensin yang mengalami penyusutan nilai hingga 45 persen. Sementara itu, tingkat depresiasi mobil listrik tercatat paling anjlok karena menyentuh angka 60 persen dalam periode lima tahun yang sama.

Beberapa model kendaraan menjadi sorotan utama dalam studi pasar tersebut. Toyota RAV4 Hybrid menjadi salah satu contoh produk yang sukses menjaga nilai jual pada kisaran 60 hingga 65 persen setelah lima tahun pemakaian.

Situasi sebaliknya terjadi pada mobil listrik populer seperti Hyundai Ioniq 5 dan Ford Mustang Mach-E. Kedua model kendaraan listrik murni ini justru kehilangan nilai secara signifikan dan hanya menyisakan sekitar 40 hingga 42 persen dari harga awal mereka.

Kesenjangan harga antara kedua teknologi ini bahkan terlihat semakin mencolok pada unit kendaraan yang berusia lebih tua. Honda Accord Hybrid yang telah berumur tujuh tahun terpantau masih laku terjual di angka separuh dari harga barunya.

Sebaliknya, Tesla Model 3 dengan usia yang sama mencatatkan performa buruk di pasar barang bekas. Mobil listrik murni tersebut dilaporkan hanya memiliki nilai sisa kurang dari 36 persen.

Teknologi hybrid juga memimpin dalam aspek kecepatan penjualan di pasar mobil bekas. Satu unit mobil hybrid bekas rata-rata hanya membutuhkan waktu selama 46 hari untuk berpindah tangan kepada pemilik baru.

Durasi perputaran tersebut jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan rata-rata pasar secara umum yang mencapai 49 hari. Di sisi lain, kelompok mobil listrik memerlukan waktu yang lebih lama hingga 57 hari untuk bisa menemukan pembeli.

Tingginya kepercayaan konsumen terhadap kepraktisan teknologi ini menjadi faktor utama yang mendorong kuatnya nilai jual mobil hybrid. Pengguna dapat menikmati efisiensi bahan bakar yang optimal tanpa harus bergantung pada ketersediaan infrastruktur pengisian daya.

Kondisi psikologis pasar ini berbanding terbalik dengan persepsi terhadap kendaraan listrik murni sekon. Calon pembeli di pasar barang bekas masih dihantui kekhawatiran terkait penurunan performa baterai serta tingginya biaya penggantian komponen tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi