Mobil Listrik Gerus Penjualan Kendaraan Mesin Konvensional di Indonesia

Mobil Listrik Gerus Penjualan Kendaraan Mesin Konvensional di Indonesia

Lonjakan adopsi kendaraan listrik mulai menggerus pasar mobil berbasis mesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE) di industri otomotif nasional pada kuartal pertama 2026. Pergeseran preferensi konsumen ini memicu perubahan peta persaingan meskipun merek besar masih mendominasi pasar secara umum.

Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, menjelaskan bahwa tren kendaraan listrik di pasar nasional terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Data menunjukkan kontribusi mobil listrik meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"EV cenderung naik. Di pasar nasional, EV ini trennya naik terus," ujar Tan di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Otomotif, pertumbuhan tajam kontribusi mobil listrik terlihat jelas dari data kuartalan. Peningkatan ini berdampak langsung pada penurunan performa penjualan unit kendaraan konvensional yang selama ini menjadi tulang punggung industri.

"Jadi kalau tadi saya sempat bilang tahun lalu di Q1 masih 8 persen (kontribusi) EV ya. Tahun ini Q1 sudah hampir 15 persen," ucap Tan.

Tan juga menegaskan bahwa pergerakan pasar saat ini menunjukkan persaingan terbuka antara teknologi listrik dengan mesin bensin. Fenomena ini memperlihatkan adanya pergeseran dominasi yang sedang berlangsung di tengah masyarakat Indonesia.

"Jadi berarti EV ini dari total market itu trennya naik terus, dan lawannya ya mobil ICE. Mobil ICE ini ya turun terus," kata Tan.

Catatan Gaikindo menunjukkan total penjualan mobil secara wholesales mencapai 209.021 unit pada kuartal I 2026, dengan pertumbuhan tipis 1,69 persen. Namun, segmen mobil listrik secara spesifik mencatat lonjakan volume penjualan hingga 95 persen pada periode tersebut.

Peningkatan kesadaran terhadap efisiensi energi dan dorongan kebijakan pemerintah menjadi faktor utama di balik perubahan perilaku konsumen. Saat ini, infrastruktur pendukung seperti SPKLU berpendingin cairan dengan pengisian ultra cepat hingga 400 kW juga mulai diperkenalkan untuk mempercepat transisi.

Meskipun tekanan dari segmen listrik semakin kuat, merek-merek mapan seperti Toyota, Daihatsu, dan Mitsubishi Motors tetap memegang kendali pasar secara keseluruhan. Namun, keberlanjutan tren ini diprediksi akan mengubah peta dominasi otomotif di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi