Pasar otomotif Indonesia kini diramaikan dengan fenomena merosotnya harga pasar bekas tujuh mobil mewah populer hingga setara dengan harga mobil LCGC. Penurunan nilai yang drastis ini umumnya dipicu oleh faktor usia kendaraan, tingginya biaya pajak tahunan, serta biaya operasional harian yang cukup menguras kantong pemiliknya.
- Honda CR-V Generasi Pertama (1996–2002) — SUV pionir dengan harga bekas rata-rata Rp50–90 juta ini menawarkan kabin lega namun memiliki konsumsi BBM boros dan estimasi pajak tahunan Rp4,5–6,8 juta.
- Toyota Fortuner Generasi Pertama (2005–2011) — Mantan raja jalanan yang kini dibanderol Rp115–170 juta namun memiliki beban pajak tahunan mencapai Rp7–9,2 juta serta konsumsi bensin yang sangat boros.
- Mitsubishi Pajero Sport Generasi Pertama (2009–2015) — Pesaing kuat di kelas SUV diesel dengan harga bekas Rp130–180 jutaan yang sering dijual kembali karena pemilik merasa terbebani oleh pajak tahunan Rp7–8,5 juta.
- Toyota Alphard Generasi Pertama (2002–2008) — Mobil mewah kelas atas yang harga bekasnya kini turun di kisaran Rp94–170 juta, namun menyimpan risiko pajak progresif dan biaya servis yang sangat tinggi.
- BMW Seri 3 E46 (1998–2005) — Sedan premium legendaris yang kini bisa didapatkan seharga Rp70–110 juta tetapi membutuhkan biaya perawatan suku cadang dan sensor yang mahal serta rumit.