Seorang pemilik Honda Jazz keluaran tahun 2004 versi CBU bernama Wendry melakukan modifikasi total pada kendaraannya dengan mengusung gaya Mugen khas Jepang. Proses pengerjaan mobil tersebut dilakukan selama satu tahun dengan biaya modifikasi mencapai lebih dari Rp 300 juta pada Senin (11/5/2026).
Dilansir dari Otomotif, kendaraan yang awalnya merupakan mobil harian ini kini hampir seluruh komponennya menggunakan suku cadang asli dari Jepang. Wendry mendapatkan unit hatchback tersebut dalam kondisi standar dari sebuah showroom sebelum memutuskan untuk membangunnya dengan aliran JDM.
“Awalnya ada teman showroom. Karena tahu saya main JDM, akhirnya dia nawarin saya kebetulan ada mobil ini. Saya butuh yang 1.3 dan harganya saya anggap masih masuk kelas,” kata Wendry.
Setelah mendapatkan unitnya, pria yang tergabung dalam komunitas JFC Chapter Bogor ini pada mulanya tidak berniat melakukan perombakan besar-besaran. Mobil tersebut mulanya hanya dipersiapkan untuk menunjang aktivitas transportasi sehari-hari sang pemilik.
“Itu awalnya mobil ini cuma buat harian,” ujar Wendry.
Keputusan untuk mengubah tampilan mobil muncul ketika ia berhasil memperoleh satu set komponen langka dari Jepang. Ketersediaan suku cadang asli tersebut mempermudah proses transformasi fisik kendaraan menjadi versi Mugen.
“Waktu itu saya kebetulan dapat part-nya. Seri GD ini kan ada 1, 2, 3. Nah kebetulan waktu di Jepang saya dapat yang seri 3-nya. Komplet part-nya, jadi saya mengubahnya ini tidak butuh waktu lama sebenarnya,” kata Wendry.
Restorasi ini mencakup hampir seluruh bagian eksterior dan interior untuk menyamai spesifikasi Honda Fit di pasar Jepang. Pemilik menegaskan bahwa pengerjaan detail dilakukan secara menyeluruh pada bodi hingga aksesori terkecil di dalam kabin.
“Part-nya semuanya badannya itu dari Jepang. Pintunya Jepang, joknya Jepang, karpetnya Jepang. Semuanya Jepang,” ujar Wendry.
Meski tampilannya berubah drastis, struktur utama kendaraan masih dipertahankan sesuai aslinya. Hanya sektor penggerak dan kerangka dasar yang tidak diganti dengan komponen luar negeri oleh sang pemilik.
“Jadi totalnya dia hanya mesin dan rangkanya aja sih. Selebihnya sudah Jepang semua,” kata Wendry.
Pemilihan konsep Mugen S+ dilakukan setelah Wendry membandingkan berbagai aliran tuner resmi Honda yang tersedia di pasar modifikasi. Ia menilai gaya ini masih cukup jarang diaplikasikan dibandingkan dengan aliran modifikasi lainnya.
“Karena Honda itu tuner-nya banyak ya sebenarnya. Ada Modulo, ada Mugen, ada Spoon juga. Setelah saya pelajarin, lebih banyak yang arahnya Spoon atau JsRacing. Kayaknya Mugen ini masih belum banyak, akhirnya saya putuskan ambil Mugen S+,” ujar Wendry.
Pada bagian teknis, mesin mobil ini telah ditingkatkan dengan penambahan turbo kit serta penggunaan sistem manajemen mesin modern. Wendry menggunakan komputer mesin jenis standalone untuk mengoptimalkan performa pacu kendaraan.
“Overall untuk internal mesin itu dia standar, tapi saya tambahin turbo aja. Sama komputernya saya sudah pakai standalone fueltech fe450,” kata Wendry.
Namun, proses instalasi tenaga tambahan ini sempat mengalami kendala teknis pada tahap awal. Pemilik terpaksa melakukan rancang bangun ulang pada sistem turbo karena perangkat sebelumnya tidak memberikan hasil yang sesuai harapan.
“Awalnya saya ambil turbo kit dari teman. Tapi setelah saya bawa ternyata nggak cocok. Akhirnya saya bikin baru turbo kit-nya,” ujar Wendry.
Detail interior juga sangat diperhatikan, termasuk mekanisme fungsional pada bagian pintu yang berbeda dengan versi lokal Indonesia. Wendry memilih untuk mengimpor satu gelondong pintu utuh demi mendapatkan spesifikasi yang akurat.
“Versi Jepang itu bukanya ada tiga step. Kalau di sini cuma dua step. Jadi saya ambil pintunya lengkap, enggak saya copot,” kata Wendry.
Pengerjaan modifikasi ini melibatkan kolaborasi beberapa bengkel spesialis seperti Mk autotehnika, Yag autotehnik, Suntio audio, dan Agung motor garage.
| Kategori | Komponen |
|---|---|
| Suspensi | Coilover F2 suspention |
| Pengereman | BBK Brembo 4 pot 285mm |
| Pelek | SSR professor MS1 (R16 L8) |
| Ban | Toyo 205.45.16 |
| Head Unit | Clarion |
| Subwoofer | Ground Zero GZ12 w 10xspl |