Proses perbaikan sepeda motor tidak selalu berjalan mudah karena beberapa pabrikan mendesain bodi kendaraan yang sangat rapat dan mulus, namun mengorbankan kemudahan akses perbaikan. Berdasarkan penjelasan mekanik, terdapat 5 motor yang paling dihindari oleh para montir karena kerumitan proses bongkar pasangnya.
- Honda PCX 160 — Motor ini memiliki bodi elegan tanpa banyak baut terekspos, namun mekanik harus membongkar hampir seluruh bodi hanya untuk melakukan servis sederhana seperti mengganti komstir dengan risiko klip bodi patah yang sangat tinggi.
- Honda Stylo — Desainnya yang sangat rapi membuat letak baut tersembunyi sehingga servis CVT memerlukan engkol khusus berbentuk L, serta servis throttle body mengharuskan pembongkaran bodi hingga ke bagian belakang.
- Yamaha Mio Karbu — Motor matik legendaris ini dihindari karena proses bongkar karburator yang sangat rumit akibat jalur selang yang berbelit, serta jumlah baut pada area CVT yang sangat banyak dan rawan slek atau dol.
- Yamaha Vega ZR — Meskipun berstatus motor bebek karburator konvensional, motor ini mengharuskan mekanik membongkar bodi depan hingga ke bagian belakang hanya untuk sekadar melakukan servis karburator.
- Honda Blade (Generasi Kedua) — Menjadi motor yang paling dihindari karena tingkat kerumitannya yang sangat tinggi saat membongkar karburator hingga area belakang, sehingga sering kali membuat para mekanik di bengkel saling menghindar untuk menanganinya.
Kerumitan desain bodi ini berdampak langsung pada konsumen, di mana bodi yang terlalu sering dibongkar paksa rawan mengalami patah kancing atau kehilangan baut, sehingga motor sering terasa bergetar dan berisik setelah diservis.