Museum Zoologi Bogor Hadirkan Immerzoa Wahana Interaktif Baru

Museum Zoologi Bogor Hadirkan Immerzoa Wahana Interaktif Baru

Museum Zoologi yang berlokasi di Kebun Raya Bogor kini menawarkan wajah baru yang lebih atraktif bagi para pengunjung. Destinasi yang menyimpan kekayaan fauna nusantara ini memperkenalkan wahana bernama Immerzoa sebagai ruang pameran interaktif.

Berbeda dengan konsep diorama konvensional, Immerzoa menyuguhkan pengalaman visual yang dirancang untuk menarik minat anak-anak, seperti dikutip dari Detik Travel. Nama wahana ini merupakan perpaduan dari istilah imersif dan kebun binatang.

Di dalam area ini, pengunjung dapat menyaksikan narasi visual mengenai berbagai koleksi ikonik museum melalui teknologi animasi. Beberapa satwa yang ditampilkan meliputi harimau, badak, paus, hingga burung kasuari yang bergerak secara dinamis pada proyeksi dinding dan lantai.

Daya tarik utama dari wahana baru ini terletak pada fitur interaktivitas yang responsif. Proyeksi animasi yang ada mampu bereaksi secara langsung terhadap gerakan kaki maupun sentuhan tangan pengunjung di area tertentu.

"Nah, ini kalau disentuh menyala. Ini diinjak juga menyala kan?" ujar Hasan saat memberikan panduan kunjungan di lokasi beberapa waktu lalu.

Wisatawan dapat merasakan sensasi saat seekor paus tampak berenang mendekat. Selain itu, terdapat pula siluet cahaya badak yang ditampilkan seolah-olah berada di tengah ekosistem hutan virtual yang estetik.

Meskipun teknologi ini sangat mengundang interaksi fisik, pihak pengelola tetap memberikan peringatan terkait aspek keamanan. Pengunjung, khususnya anak-anak, diminta untuk tidak bersandar atau memukul dinding kaca yang menjadi media pantulan visual.

Rencana Pengembangan dan Edukasi Mendalam

Petugas keamanan senantiasa berjaga di dalam area untuk memastikan kenyamanan para tamu selama sesi berlangsung. Saat ini, Immerzoa masih dalam tahap awal operasional setelah memulai masa pembukaan terbatas dengan durasi setiap sesi sekitar 20 menit.

Fokus layanan saat ini memang lebih ditujukan pada pengalaman visual yang mendukung kebutuhan dokumentasi foto dan video. Namun, pihak museum telah menyiapkan rencana pengembangan konten yang lebih edukatif di masa depan.

"Jadi nanti ke depannya kita itu tadi, ada alur ceritanya. Misalnya Kasuari, nanti ada cerita kehidupan hewan zaman dulu. Ceritanya tuh, 'Kasuari ini berasal dari Papua, tidak bisa terbang karena sayapnya pendek,' misalnya," jelas Hasan.

Implementasi alur cerita tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai karakteristik satwa. Dengan adanya narasi, anak-anak diharapkan tidak hanya terhibur oleh visual, tetapi juga memahami latar belakang setiap hewan.

"Biar anak-anak enggak bosan di museum, mendengarkan cerita kehidupan hewan sesuai asal-usulnya, nanti ada animasinya yang lebih menarik, bukan kayak gini (statis)," tambah Hasan.

Masyarakat yang ingin mencoba pengalaman ini tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan di luar tiket masuk reguler Museum Zoologi. Akses masuk saat ini masih bersifat fleksibel, namun sistem sesi akan diterapkan jika terjadi lonjakan pengunjung demi menjaga kapasitas ruangan maksimal 28 orang.

Agenda peresmian besar atau grand opening wahana ini dijadwalkan akan berlangsung antara bulan Mei atau Juni 2026. Informasi mengenai tanggal pasti pembukaan akan diumumkan secara berkala melalui saluran media sosial resmi pengelola Kebun Raya Bogor.

Artikel terkait

Rekomendasi