MV Agusta Indonesia Luncurkan Program Jaminan Beli Kembali Sepeda Motor

MV Agusta Indonesia Luncurkan Program Jaminan Beli Kembali Sepeda Motor

MV Agusta Indonesia meluncurkan program Buy Back Guarantee (BBG) bernama "Art on Wheels" setelah melakukan transisi manajemen strategis ke TDA Luxury Toys pada Sabtu, 30 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk mengubah sepeda motor performa tinggi menjadi aset koleksi bernilai tinggi di Indonesia.

Inisiatif strategis tersebut dilakukan untuk mengatasi volatilitas harga yang sering terjadi pada merek motor butik asal Eropa, sebagaimana dilansir dari Otorider. Melalui skema ini, MV Agusta menetapkan harga dasar pasti guna melindungi ekuitas konsumen di pasar nasional.

"Dengan menawarkan nilai beli kembali tahap peluncuran utama sebesar 88%, MV Agusta Indonesia memberikan keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi para penggemar, memastikan bahwa gairah terhadap teknik Italia diimbangi dengan perlindungan investasi yang kuat dan likuiditas jangka panjang," ungkap Welly Tjandra, Direktur Utama TDA Luxury Toys (Principal MV Agusta Indonesia).

TDA Luxury Toys juga menerapkan jadwal pembelian kembali bertingkat berdasarkan periode kepemilikan unit yang berlaku hingga 31 Agustus 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk menciptakan ekosistem Certified Pre-Owned (CPO) yang tertutup demi menjaga ketersediaan unit sekunder.

Jadwal Pembelian Kembali MV Agusta Indonesia
Periode KepemilikanNilai Pembelian Kembali Maksimum (% dari Harga Faktur)Konteks Pasar Strategis
0 – 12 Bulanmaksimum 88% (Tingkat Peluncuran Utama)Mengungguli merek lain dan menetapkan tolok ukur otomotif premium.
13 – 24 Bulanmaksimum 80%Mengurangi penurunan standar 35% dan volatilitas yang terlihat di pasar sekunder.
25 – 36 Bulanmaksimum 75%Dioptimalkan untuk memfasilitasi peningkatan yang lancar ke aset generasi baru.

Program penjaminan ini memberlakukan sejumlah syarat kelayakan yang ketat kepada pemilik kendaraan. Ketentuan tersebut meliputi pencatatan seluruh riwayat servis di bengkel resmi, batasan jarak tempuh maksimal 5.000 km per tahun, serta kondisi motor yang harus standar tanpa modifikasi mesin ataupun riwayat kecelakaan besar.

Artikel terkait

Rekomendasi