Produsen otomotif Omoway bersiap meluncurkan sepeda motor listrik futuristis terbarunya bernama Omoway Omo-X di pasar Indonesia pada Juni 2026 mendatang.
Kandungan teknologi mutakhir menjadi daya tarik utama kendaraan roda dua ini karena menyediakan pilihan varian standar serta tipe khusus dengan kemampuan keseimbangan otomatis atau self-balancing.
Langkah pengenalan produk kini mulai berjalan melalui pengiriman unit Omo-X ke sejumlah wilayah di tanah air, seperti dilansir dari Otomotif.
Distribusi kendaraan ramah lingkungan ini dikonfirmasi langsung oleh General Manager Omoway Indonesian Market, Yulong Chen, yang menyatakan bahwa tipe bersistem penyeimbang juga sudah mulai dikirimkan ke daerah-daerah meski jumlahnya masih terbatas.
“Untuk Smart, kami sudah kirim unit ke berbagai wilayah. Untuk balance juga kami kirim ke beberapa daerah, tapi unitnya memang tidak terlalu banyak," ujar Yulong Chen, General Manager Omoway Indonesian Market.
Keterbatasan jumlah pasokan untuk varian dengan kemampuan menjaga keseimbangan tersebut dipengaruhi oleh tingkat kerumitan komponen mekanis yang digunakan pada kendaraan.
“Karena gyroscope-nya memang cukup rumit. Teknologinya juga sangat kompleks, hampir seperti teknologi pesawat luar angkasa,” ujar Yulong Chen, General Manager Omoway Indonesian Market.
Kondisi lalu lintas wilayah perkotaan Indonesia yang kerap mengalami kepadatan menjadi alasan utama dikembangkannya fitur self-balancing ini.
Inovasi tersebut terintegrasi dalam platform OMO-ROBOT Architecture yang menggabungkan fungsi sensor, sistem komputasi terpadu, dan kendali gerak demi menghasilkan motor yang stabil serta cerdas.
Pengembangan arsitektur digital ini diproyeksikan tidak hanya berhenti pada penyeimbang otomatis, melainkan juga menjadi dasar bagi penerapan berbagai fitur mobilitas pintar lainnya di masa depan.
Mengenai performa teknis, Omoway Omo-X dibekali oleh motor penggerak listrik berdaya 13 kW atau setara 17,6 Tk yang mampu memproduksi torsi puncak hingga 320 Nm.
Pasokan energi kendaraan masa depan ini mengandalkan teknologi baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang diklaim memiliki daya jelajah operasional sejauh lebih dari 200 kilometer untuk satu kali pengisian penuh.