PATA Annual Summit 2026 Soroti Peran AI dalam Pemasaran Wisata Asia

PATA Annual Summit 2026 Soroti Peran AI dalam Pemasaran Wisata Asia

Forum PATA Annual Summit 2026 yang berlangsung pada 11–13 Mei 2026 di Kota Gyeongju dan Pohang, Korea Selatan, menyoroti transformasi strategi pemasaran destinasi wisata global melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI). Perhelatan ini menekankan pentingnya pengelola destinasi memahami pergeseran perilaku wisatawan guna menghadirkan pengalaman berlibur yang lebih personal.

Sektor pariwisata saat ini menghadapi tuntutan digitalisasi yang masif untuk menjawab ekspektasi pelancong yang semakin terfragmentasi. Dilansir dari Suara, laporan perusahaan teknologi Sojern dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa efektivitas pemasaran kini diukur dari dampak nyata strategi digital, bukan sekadar tampilan visual objek wisata.

Delegasi PATA Indonesia Chapter, Ardiyansyah Djafar, menyatakan bahwa penguasaan terhadap data perilaku konsumen menjadi faktor penentu daya saing di kawasan Asia Pasifik. Hal ini menjadi catatan penting bagi Indonesia yang mencatatkan 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang tahun 2025.

“Insight terbesar dari PATA Annual Summit 2026 adalah bahwa masa depan pariwisata Asia Pacific tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling banyak mendatangkan wisatawan, tetapi siapa yang paling mampu membaca perubahan perilaku wisatawan,” kata Ardiyansyah Djafar, delegasi PATA Indonesia Chapter.

Ardiyansyah menilai momentum transformasi digital ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Indonesia. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah meningkatkan nilai tambah dari volume kunjungan yang sudah ada melalui layanan yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai orisinalitas budaya.

“Tantangan Indonesia saat ini bukan hanya mendatangkan wisatawan, tetapi bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi kualitas pengalaman yang lebih autentik, digital-ready, berkelanjutan, inklusif, dan bernilai tinggi, baik bagi wisatawan asing maupun domestik,” tegas Ardiyansyah Djafar, delegasi PATA Indonesia Chapter.

Ia juga mendorong regulator dan pelaku industri di dalam negeri untuk terus aktif dalam forum internasional guna mengadopsi data serta strategi global yang relevan. Langkah ini dinilai krusial untuk menentukan arah pengembangan destinasi nasional di masa depan agar tetap kompetitif di pasar global.

“Momen seperti PATA Annual Summit menjadi penting tidak hanya bagi pelaku industri pariwisata, tetapi juga regulator dan pemangku kebijakan pariwisata di Indonesia. Forum ini memberikan insight, data, serta gambaran mengenai arah perubahan industri pariwisata global yang sangat relevan untuk mengambil strategi pengembangan destinasi yang tepat bagi Indonesia ke depan,” ujar Ardiyansyah Djafar, delegasi PATA Indonesia Chapter.

Acara bertema Navigating Towards a Resilient Future ini dihadiri oleh 550 delegasi dari 35 destinasi kawasan Asia Pasifik. PATA memproyeksikan kunjungan wisatawan internasional di kawasan ini akan menyentuh angka 761,2 juta orang pada tahun 2028, dengan mayoritas pergerakan didominasi oleh perjalanan antarnegara di dalam wilayah Asia Pasifik.

Artikel terkait

Rekomendasi