Debut Pedro Acosta di kelas utama MotoGP langsung menyedot perhatian besar para pencinta balap motor dunia. Pebalap yang memiliki julukan The Shark of Mazarron ini kerap menunjukkan performa luar biasa di lintasan.
Aksinya yang memukau membuat dirinya digadang-gadang bakal segera meraih kemenangan perdana. Namun, dewi fortuna tampaknya masih enggan berpihak pada pebalap andalan Red Bull KTM tersebut.
Nasib kurang beruntung kembali menimpa Acosta dalam seri MotoGP Catalunya 2026 yang penuh dengan drama pada Minggu (17/5/2026). Dilansir dari Otomotif, momen hampir juara yang dialami Acosta sebenarnya bukan sekali atau dua kali terjadi.
Sejak musim debutnya di tim satelit hingga kini membela tim pabrikan, pebalap asal Spanyol ini sudah berkali-kali berada di posisi menguntungkan untuk menang. Sayangnya peluang tersebut selalu buyar karena berbagai faktor teknis dan nonteknis.
Pada musim pertamanya bersama Tech3 GASGAS, Acosta langsung menggebrak di MotoGP Americas yang berlangsung di Austin. Dia sempat memimpin jalannya balapan setelah menyalip para pebalap senior dengan ritme menjanjikan.
Namun tekanan kuat dari Maverick Vinales membuat Acosta harus puas finis di posisi kedua. Kegagalan paling menyakitkan pada musim debutnya tersebut kemudian terjadi di MotoGP Jepang yang digelar di Sirkuit Motegi.
Setelah berhasil meraih pole position dan memimpin balapan dengan meyakinkan, Acosta justru melakukan kesalahan sendiri. Dia mengalami lowside dan membuang peluang emas memenangkan balapan yang sudah di depan mata.
Kendala Ban di Musim 2025 bersama Tim Pabrikan
Promosi naik kelas ke tim pabrikan Red Bull KTM Factory Racing pada musim 2025 ternyata tidak langsung memutus nasib sialnya. Saat berlaga di MotoGP Portugal di Portimao, Acosta sempat bersaing ketat di barisan depan.
Dia menunjukkan performa impresif setelah sukses menyalip Francesco Bagnaia. Namun degradasi ban belakang yang terlalu cepat khas motor KTM membuat posisinya melorot dan terlempar dari perebutan podium pertama.
Puncak Segala Drama di MotoGP Catalunya 2026
Klimaks dari ketidakberuntungan pebalap muda Spanyol ini terjadi di Sirkuit Catalunya akhir pekan lalu. Tampil sangat impresif sejak awal start, Acosta sempat memimpin jalannya balapan kelas utama tersebut.
Nasib sial dimulai saat motornya mengalami masalah teknis di trek lurus belakang. Kendaraan Acosta kemudian ditabrak keras dari belakang oleh Alex Marquez hingga memicu berkibarnya red flag.
Hebatnya saat balapan kembali di-restart, Acosta lagi-lagi bisa memimpin di posisi terdepan. Namun menjelang putaran-putaran akhir, ban motornya mulai kehabisan grip akibat kehilangan cengkeraman.
Kondisi ini membuat posisinya melorot setelah disalip oleh Fabio Di Gianntonio, Joan Mir, dan Fermin Aldeguer. Puncaknya terjadi saat Acosta berjuang bertahan di posisi keempat tepat di tikungan terakhir pada lap pamungkas.
Acosta justru disenggol oleh Ai Ogura hingga terjatuh dari motornya. Setelah berjuang keras melewati dua kali red flag, pebalap muda ini harus pulang dengan tangan hampa tanpa raihan poin.
Melihat rentetan kejadian dari musim ke musim, kapasitas Acosta sebagai calon pemenang seri di MotoGP sebenarnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Kombinasi faktor keberuntungan, manajemen ban, dan ketenangan di momen krusial menjadi pekerjaan rumah terbesarnya.