Pebalap Red Bull KTM Pedro Acosta melayangkan kritik keras terhadap wacana regulasi baru MotoGP 2027 yang akan membatasi setiap pebalap untuk hanya menggunakan satu motor sepanjang akhir pekan balapan, seperti dilansir dari Otomotif pada Kamis (28/5/2026).
Langkah pemangkasan biaya operasional tim dan pabrikan tersebut dinilai justru merugikan serta membahayakan partisipasi para pebalap karena hilangnya motor cadangan jika terjadi kecelakaan.
Kekhawatiran muncul karena motor MotoGP yang rusak parah tidak mungkin diperbaiki dalam waktu singkat di tengah jadwal sesi yang sangat padat.
“Itu ide yang sangat buruk,” ujar Pedro Acosta, Pebalap Red Bull KTM.
Penolakan ini didasari atas pertimbangan situasi darurat saat terjadi kecelakaan, terutama pada sesi latihan pertama atau pemanasan.
“Kalau Anda jatuh saat warm up, Anda mungkin tidak bisa balapan. Kalau crash di FP1, yang cukup mudah terjadi ketika belum memakai opsi ban terbaik, motor bisa rusak dan Anda tidak ikut sesi berikutnya,” kata Pedro Acosta, Pebalap Red Bull KTM.
Menurutnya, batasan waktu pengerjaan menjadi kendala utama bagi staf teknis di dalam garasi.
“Saya paham MotoGP itu mahal, tetapi tidak realistis jika tiga mekanik harus memperbaiki motor dalam tiga jam,” ujarnya Pedro Acosta, Pebalap Red Bull KTM.
Sebagai solusi, ia memberikan opsi jalan tengah agar tim tetap disediakan unit cadangan siap pakai di garasi.
“Saya mungkin masih bisa memahami jika hanya satu motor dipakai dalam setiap sesi. Tetapi tim tetap harus memiliki motor cadangan lengkap untuk situasi seperti ini,” kata Pedro Acosta, Pebalap Red Bull KTM.
Wacana pembatasan ini bergulir bersamaan dengan rencana perubahan besar regulasi MotoGP 2027, termasuk pengurangan kapasitas mesin menjadi 850 cc demi menekan biaya pengembangan.
Penegasan kembali disampaikan mengenai dampak fatal bagi pebalap yang mengalami insiden di awal rangkaian balap.
“Kalau tidak ada motor cadangan, akhir pekan Anda bisa selesai di hari pertama,” ujar Pedro Acosta, Pebalap Red Bull KTM.