Pelemahan Rupiah Hambat Daya Beli Pasar Mobil Bekas

Pelemahan Rupiah Hambat Daya Beli Pasar Mobil Bekas

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang melemah hingga menyentuh level Rp 17.563 pada perdagangan Senin (18/5/2026) mulai menekan daya beli masyarakat di pasar mobil bekas nasional meskipun harga kendaraan relatif stabil, sebagaimana dilansir dari Otomotif.

Kondisi pasar otomotif second saat ini belum mengalami kenaikan harga secara langsung, tetapi transaksi perdagangan dilaporkan berjalan lambat akibat konsumen yang lebih berhati-hati dalam memprioritaskan pengeluaran mereka.

Pemilik Rendani Mobil, Thung Andi Supriadi menjelaskan bahwa penurunan daya beli masyarakat menjadi dampak utama dari kondisi ekonomi saat ini dibandingkan perubahan harga jual kendaraan bekas.

"Kalau untuk mobil bekas kemungkinan tidak ada kenaikan harga. Pengaruhnya lebih ke daya beli yang menurun," kata Thung.

Pelaku usaha di Bursa Mobil Bekas Carsentro Solo Baru tersebut menambahkan, lesunya aktivitas transaksi terjadi karena masyarakat cenderung menunda pembelian barang non-prioritas.

Kondisi berbeda disampaikan oleh pemilik showroom Kembar Motor Solo, Ahsan, yang menilai potensi lonjakan harga justru lebih besar terjadi pada sektor kendaraan baru akibat ketergantungan pada komponen impor.

"Sementara ini belum ada kenaikan. Kalau mobil baru memang ada kenaikan," kata Akhsan.

Faktor penentu harga mobil bekas sejauh ini masih didominasi oleh kekuatan permintaan pasar dan kemampuan finansial riil dari konsumen.

Ketua Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI), Tjung Subianto atau Ko Ationg mengonfirmasi bahwa efek pelemahan nilai tukar mata uang berimbas lebih cepat kepada sektor bisnis yang berkaitan langsung dengan importasi barang.

"Kondisi rupiah melemah, dampak langsung lebih ke pengusaha importir saja. Kalau di mobil bekas, yang terasa market agak stagnan karena pengaruh sektor bisnis lain, kan saling terkait secara tidak langsung," kata Ko Ationg.

Selain faktor koreksi mata uang, Ko Ationg menyebutkan adanya siklus musiman tahunan yang ikut memengaruhi volume perdagangan kendaraan di pasar.

"Kalau saya melihat situasi ini memang juga pas habis Lebaran, memang pasar agak drop," kata Ko Ationg.

Pergerakan pasar mobil bekas di dalam negeri diproyeksikan masih akan bersikap waspada dan bergerak secara hati-hati dalam beberapa waktu ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi