Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan pengembangan mobil dan motor nasional sebagai bagian dari 60 program prioritas dalam delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) untuk tahun anggaran 2027.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menjelaskan dalam tayangan Rakorbangpus 2026 bahwa klaster hilirisasi dan industrialisasi menjadi payung bagi proyek kendaraan karya anak bangsa tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
"Kami telah merincikan delapan klaster PKPN (Program Kerja Prioritas Nasional) yang akan dilaksanakan sampai nanti tahun 2029. PKPN ini dilaksanakan melalui delapan klaster utama dengan total 60 program untuk memperkuat kemandirian bangsa," jelas Rachmat, Menteri PPN/Kepala Bappenas.
Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari visi Presiden Prabowo Subianto yang berambisi agar Indonesia mampu memproduksi berbagai jenis kendaraan secara mandiri, mulai dari kendaraan penumpang hingga alat transportasi berat.
"I am very proud that we in Indonesia now have the capability to produce electric buses and trucks. This is very, very important and indeed our plan I hope in 2028, we will mass-produce electric sedan cars," ucap Prabowo, Presiden RI.
Selain kendaraan komersial, fokus utama pemerintah saat ini adalah merealisasikan produksi massal kendaraan listrik pada tahun 2028 mendatang.
Terkait teknis pelaksanaan, PT Pindad diproyeksikan menjadi aktor utama dalam manufaktur mobil nasional, dengan lokasi pabrik yang direncanakan berada di wilayah Karawang, Jawa Barat.
"Mobil nasional sedang disiapkan oleh Pindad. Jadi, ada kawasan di Karawang, tentu nanti kita berharap kapasitas (produksinya) bisa dinaikkan bertahap," ujar Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi otomotif dalam negeri secara bertahap seiring dengan pengembangan infrastruktur industri di kawasan tersebut.