Tingkat pemesanan hotel di sejumlah kota tuan rumah Piala Dunia 2026 belum menunjukkan lonjakan signifikan meski turnamen akbar tersebut segera digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kondisi ini dilaporkan berdasarkan survei American Hotel and Lodging Association (AHLA) yang dirilis pada Selasa (5/5/2026) sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Data survei terhadap 205 operator dan pemilik properti mengungkapkan bahwa angka pemesanan di wilayah seperti Kansas City justru tercatat lebih rendah dibandingkan periode normal Juni-Juli. Rendahnya permintaan ini dipicu oleh jumlah wisatawan mancanegara yang belum memenuhi ekspektasi serta adanya pembatalan kamar dalam jumlah besar oleh FIFA.
Asosiasi perhotelan mencatat adanya ketimpangan antara jumlah tiket yang sudah terjual dengan reservasi kamar yang masuk ke pihak pengelola akomodasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi sektor perhotelan yang semula memproyeksikan keuntungan besar dari kehadiran suporter internasional.
"Meski lebih dari 5 juta tiket pertandingan telah terjual, permintaan tersebut belum diterjemahkan menjadi pemesanan hotel yang kuat," tulis AHLA dalam laporannya.
Hampir 80 persen pemesanan hotel di kota-kota penyelenggara masih berada di bawah proyeksi awal industri. AHLA menilai wisatawan luar negeri sebagai pasar krusial karena masa inap yang lebih lama, namun berbagai hambatan seperti penguatan dolar AS dan ketatnya kebijakan imigrasi menghambat arus kunjungan tersebut.
"Meski antusiasme global meningkat, perjalanan ke AS bagi banyak wisatawan Piala Dunia kini terasa tidak lagi seperti sambutan karpet merah," tulis AHLA.
Di Kansas City, sekitar 85 hingga 90 persen hotel melaporkan angka booking di bawah target yang ditetapkan. Meski demikian, otoritas lokal tetap optimistis terhadap kehadiran ratusan ribu pengunjung selama turnamen berlangsung.
CEO Visit KC dan Kansas City Sports Commission, Kathy Nelson, menyatakan keyakinannya bahwa target kunjungan tetap bisa dicapai seiring persiapan negara-negara peserta. Ia memberikan contoh adanya penambahan staf diplomatik dari negara tertentu untuk menyambut suporter mereka.
Tren berbeda terjadi di Miami dan Atlanta yang mencatat angka pemesanan selaras atau melampaui proyeksi. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat memastikan fokus pada aspek keamanan dan kenyamanan bagi seluruh tamu negara selama ajang berlangsung.
"Presiden Trump fokus untuk memastikan bahwa ini bukan hanya pengalaman yang luar biasa bagi semua penggemar dan pengunjung, tetapi juga yang paling aman dan terjamin dalam sejarah," jelas Davis Ingle, Juru Bicara Pemerintah AS.