Tingkat pemesanan hotel di Seattle, Amerika Serikat, masih berada di bawah perkiraan semula menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2026 pada bulan depan. Fenomena ini terjadi meski jutaan tiket untuk turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut telah habis terjual ke publik.
Sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Jumat (15/5/2026), Seattle dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi enam pertandingan yang akan tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, data American Hotel and Lodging Association (AHLA) menunjukkan wisatawan mancanegara belum terlihat masif.
Laporan industri tersebut mencatat bahwa hampir 80 persen pelaku usaha hotel di Seattle mengeluhkan volume pemesanan yang rendah. Angka ini bahkan dilaporkan masih kalah bersaing jika dibandingkan dengan tingkat kunjungan pada musim panas reguler di tahun-tahun sebelumnya.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya memberikan gambaran ambisius terkait skala turnamen tahun ini bagi para tuan rumah.
"104 Super Bowl," ucap Gianni Infantino.
Pernyataan tersebut merujuk pada prediksi besarnya skala ekonomi dan antusiasme penonton yang diharapkan menyamai ajang final sepak bola Amerika. Kendati demikian, realita di lapangan menunjukkan industri perhotelan masih harus berjuang menarik minat tamu internasional.
Anthony Anton selaku Presiden Washington Hospitality Association memberikan penegasan mengenai kondisi sektor yang dipimpinnya saat ini.
"Industri ini sedang sulit dan memang sudah lama sulit. Jadi musim panas yang bagus tentu tetap disambut baik. Dan jika hasilnya bisa lebih baik dari musim panas biasa, itu akan menjadi berkah," ucap Anthony Anton.
Pihaknya tetap menaruh harapan besar agar momentum turnamen ini dapat memberikan napas baru bagi para pengusaha penginapan. Walaupun saat ini pemesanan masih melambat, optimisme terhadap total dampak ekonomi bagi wilayah Seattle dan King County tetap dipatok pada angka 845 juta USD.
Analis dari CoStar Group, Michael Stathokostopoulos, memberikan pandangannya mengenai pergeseran ekspektasi publik terhadap gelaran ini.
"Jelas ini akan menjadi acara positif bagi AS," ungkap Michael Stathokostopoulos.
Ia menilai ada ketidakkonsistenan dalam cara masyarakat melihat potensi keuntungan ekonomi dari ajang empat tahunan ini sejak awal dicanangkan.
"Saya rasa awalnya dampaknya sedikit terlalu dibesar-besarkan dan sekarang mungkin malah sedikit diremehkan," lengkap Michael Stathokostopoulos.
Pemerintah setempat dan pelaku wisata memprediksi peningkatan reservasi baru akan terjadi mendekati hari pertandingan. Hal ini didasari pada perilaku suporter sepak bola global yang cenderung melakukan pemesanan akomodasi secara mendadak atau impulsif.
Jennifer Casillas, Wakil Presiden Downtown Seattle Association, menyatakan bahwa kota ini membidik kunjungan jangka panjang dari para suporter luar negeri.
"Kami ingin menunjukkan alasan lain untuk datang ke sini dan kembali lagi setelah Piala Dunia," jelas Jennifer Casillas.
Seattle berharap babak fase gugur pada bulan Juli dapat memicu gelombang kedatangan suporter dalam jumlah besar. Fokus utama tertuju pada pendukung tim nasional raksasa seperti Inggris, Prancis, Argentina, Brasil, hingga Jerman.